Warga Minta Dewan Perjuangkan Rakyat

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dapil 1 Kota Bengkulu Dempo Xler melakukan reses di Kelurahan Pagar Kecamatan Selebar, Rabu (30/10)

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler menggelar reses perdana di Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, kemarin. Dalam reses itu, warga meminta wakil rakyat memperjuangkan aspirasi rakyat.
Banyak keluhan yang diceritakan masyarakat, mulai minimnya lampu jalan, perbaikan jalan, drainase hingga penataan pasar.

“Dari Jalan Hibrida sampai Jalan Raden Fatah minum sekali lampu jalan. Kalau malam gelap sekali, bahkan sering terjadi kecelakaan,” kata Ketua RT 6 RW 1 Kelurahan Pagar Dewa, Fahmi.

Tidak hanya itu, pengelolahan Pasar Pagar Dewa juga kurang diperhatikan. Limbah pasar banyak berserakan sehingga menggangu kenyamanan pemukiman warga.”Lalau ada jalan menuju RS M Yunus yang sudah dilebarkan 10 meter, bisa dikembalikan seperti awal. Karena banyak parkir mobil sembarangan,” paparnya.
Senada, Ketua RT 52 Kelurahan Pagar Dewa Kota Bengkulu, Samsudin mengatakan, di jalan berdekatan dengan IAIN masih banyak jalan rusak. Lampu-lampu jalan juga minim.”Banyak penodongan terjadi,” ujar Samsudin.

Karena itu, ia meminta kepada wakil rakyat untuk segera bekerja agar bisa direalisasikan.”Kami minta jangan hanya dipikirkan, tapi dikerjakan. Tolong di kecamatan kami ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler mengatakan aspirasi tersebut akan diperjuangkannya di DPRD Provinsi Bengkulu. “Pertarungan anggaran di dewan sangat kuat.

Tidak hanya soal otak, tapi juga otot. Karena itu harus dikawal. Mengingat dewan itu ada 45 orang. Punya kepentingan yang berbeda dengan program aspirasi di masing-masing dapil. Perdebatan dan perebutan memang harus dilakukan,” ungkap Dempo.

Reses Dempo yang dilakukan di rumah pribadi Ketua DPRD Kota Bengkulu, Suprianto itu menegaskan, jika aspirasi warga tidak tercover di provinsi, maka akan diperjuangkan di Pemda Kota Bengkulu. Karena memang sebagian besar tuntutan warga itu banyak yang jadi tanggungjawab Pemkot. “Kita singkronkan program, kalau tidak bisa kita lakukan, kita titip dengan kota. Masyrakat tidak perlu khawatir,” ungkapnya.
Dalam reses itu, Dempo sengaja meminta warga untuk menulis nama dan aspirasi yang diinginkan.

Sehingga cacatan itu akan jadi bahan untuk diperjuangkan.”Tulisan ini jadi bahan saya untuk dibawa dalam pembahasan. Karena memang benar-benar diminta oleh warga,” paparnya.Di sisi lain, Ketua DPRD Kota Bengkulu, Suprianto mengatakan, aspirasi akan ditampung untuk dianggarkan di Pemkot jika tidak bisa diakomodir oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu.”Tetap kita tampung yang tidak bisa dibawa ke provinsi, kita bawa ke kota. Nanti kita bahas di dewan kota,” pungkas Suprianto. (151)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*