Warga Lubuk Sini, Diserang DBD

Foto : Direktur RSUD Bengkulu tengah, dr Listikarini Hilen Widyastuti

Satu Meninggal Dunia

BENGKULU TENGAH, Bengkulu Ekspress – Serangan nyamuk penyebab DBD semakin meluas dan menyasar warga dari berbagai desa se-Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng). Kali ini warga Desa Lubuk Sini, Kecamatan Taba Penanjung, Rengga (28), Samsiye (29) dan Rika Apriani (29) menjadi korbannya. Karena mengalami demam tinggi, ketiganya terpaksa dirawat secara intensif di RSUD Kabupaten Bengkulu tengah.

“Saat ini, ada 3 warga kami yang menderita DBD dan masih dirawat di RSUD Kabupaten Bengkulu tengah,” ungkap Sekretaris Desa (Sekdes) Lubuk Sini, Dodi.

Hasil pendataan, sambung Dodi, tercatat sekitar 8 orang warganya telah dinyatakan positif menderita DBD. Serangan DBD sudah meneror warga Desa Lubuk Sini sejak beberapa bulan terakhir. “Bahkan, ada 1 orang yang meninggal dunia akibat diserang DBD,” ungkapnya. Khawatir serbuan nyamuk penyebab DBD kian meluas, Dodi berharap agar Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu tengah lebih responsif dan segera bertindak.



“Besar harapan kami agar fogging (pengasapan,red) segera dilakukan. Tujuannya agar nyamuk penyebab DBD bisa dibasmi. Meski sudah melapor kepada bidan desa, harapan kami belum juga terealisasi,” aku Dodi.

Terpisah, Direktur RSUD Kabupaten Benteng, dr Listikarini Hilen Widyastuti mengatakan, bahwa tim medis RSUD Kabupaten Bengkulu tengah sudah melakukan perawatan terhadap puluhan warga yang terkena DBD (selengkapnya lihat grafis,red). “Dari pendataan pada bulan Januari dan Februari 2019, ada sebanyak 37 orang pasien yang dirawat karena terkena DBD,” ungkapnya.

Menghindari nyamuk penyebab DBD, Hilen mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan. Diantaranya, mengubur barang bekas, menguras bak mandi serta menutup tempat penampungan air. “Menjaga kebersihan merupakan salah satu cara preventif untuk membasmi nyamuk penyebab DBD serta tempat perkembang-biakannya,” imbau Hilen.

Serangan DBD juga dialami oleh warga Desa Karang Tinggi beberapa waktu lalu. Menyadari anggaran fogging di Dinkes dan Puskesmas tak tersedia, warga akhirnya sepakat untuk melakukan fogging secara swadaya. “Kami mengumpulkan uang secara sukarela untuk membeli racun fogging dan meminta bantuan tim medis Puskesmas untuk melakukan fogging ke rumah-rumah warga,” kata Jasa, warga Desa Karang Tinggi.(135)