Warga Lembak Tuntut Keadilan

Foto: Rio/BE
Foto: Rio/BE

BENGKULU, BE – Puluhan warga Lembak yang mengatasnamakan diri sebagai Ikatan Keluarga Sejahtera Mandiri Tua-Tui Mandiri (IKST2M), kemarin (19/12) menggelar aksi damai di simpang 5 Kota Bengkulu.  Dalam aksinya, mereka menuntut agar masyarakat Bengkulu tidak menilai warga Lembak sebagai perampok atau pelaku kejahatan, seperti yang pernah terjadi di Binduriang beberapa waktu lalu. Mereka mengaku dampak dari ulah oknum yang membuat kejahatan tersebut, menjadikan warga Lembak lainnya tersisihkan dalam dalam pergaulan kehidupan bermasyarakat di Provinsi Bengkulu.

“Anak dan adik kami yang sekolah atau kuliah di kota Bengkulu selalu dikucilkan, setelah teman-temannya mengetahui mereka berasal dari Lembak,” kata Ketua IKST2M, Musta Yakin disela-sela aksi, kemarin.

Menurutnya, sangat tidak adil jika masyarakat provinsi Bengkulu menjustifikasi bahwa orang Lembak adalah pelaku kejahatan, suka mengambil hak orang, mengganggu keamanan, dan tudingan-tudingan yang tidak manusiwi lainnya. Untuk itu, puluhan warga Lembak ini meminta keadilan dari masyarakat Provinsi Bengkulu, agar tidak lagi dicap sebagai pelaku kejahatan yang memiliki dampak psikologis terhadap masyarakat Lembak itu sendiri.

Ia mengakui pelaku kejahatan di Binduriang itu memang ada beberapa warga Lembak yang terlibat secara langsung, namun tidak bisa divonis dan tidak bisa diklaim bahwa orang Lembak adalah perampok, karena masih banyak orang Lembak yang mencintai kedamaian, memiliki moral dan menjunjung tinggi supremasi hukum yang berlaku.

Bahkan dengan lantang, Musta Yakin menyuarakan bahwa atas nama masyarakat Lembak siap membantu program Polda Bengkulu untuk menumpaskan kekerasan di di wilayah Lembak tersebut.

“Kami tidak bisa menerima tudingan-tudingan miring terhadap warga Lembak, makanya kehadiaran kami di Bengkulu ini bermaksud menyampaikan sikap bahwa tidak semua orang Lembak itu jahat. Sebagai bukti kami mencintai kedamaian dan keamanan, kami siap membantu menyukseskan program Polda Bengkulu untuk menciptakan kondisi yang aman dan kondusif di wilayah itu,” sampainya.
Tidak hanya, itu, Musta Yakin pun menyatakan kesiapan pihaknya untuk menangkap dan melaporkan pelaku kejahatan, dengan syarat pihaknya dilibatkan dalam program tersebut.  “Kalau kami selalu siap asalkan kami dilibatkan, selama ini kami tidak dilibatkan, melainkan hanya sebagai pelapor,” ungkapnya.

Sedikitnya ada pernyataan sikap yang disampaikan dalam aksi tersebut, yakni pertama menyatakan bahwa masyarakat Lembak adalah masyarakat madani, memiliki pandangan hidup, menegakkan norma susila, bermoral dan pendapat. Kedua, masyarakat Lembak patuh dan tunduk serta menghormati penegakan supremasi humu. Ketiga, masyarakat Lembak adalah masyarakat yang menjungjung tinggi nilai luhur, adat istiadat dan sopan santun. Keempat, masyarakat Lembak menyatakan memerangi kekerasan dan perampasan hak kemerdekaan orang lain. Kelima, masyarakat Lembak adalah masyarakat merdeka dan bertanggungjawab pada aturan dan hukum positif. Keenam, masyarakat lembak adalah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama. Dan ketujuh, masyarakat Lembak mendukung supremasi hukum dan bersatu padu, bergandeng tangan secara bersama-sama menjadikan cinta damai sebagai gaya hidup.(400)