Warga Krisis Air Bersih

KRISIS AIR - warga pasar pedati krisis air bersih
Bakti/Bengkulu Ekspress
KRISIS AIR : Warga Desa Pasar Pedati, Maida Topan saat menunjukan kondisi sumur di belakang rumahnya tak lagi berair, Minggu (19/8).

PONDOK KELAPA, Bengkulu Ekspress – Kemarau yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir membuat masyarakat Desa Pasar Pedati, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) mengalami krisis air. Kondisi seperti ini dialami langsung oleh masyarakat yang bertempat tinggal di kawasan wisata Sungai Suci. “Kekeringan sudah kami alami sejak 4 bulan terakhir,” ungkap warga Pasar Pedati, Maida Topan.

Berupaya untuk keluar dari permasalahan tersebut, pria yang akrab disapa Pen ini mengaku, telah melakukan beberapa upaya. Salah satunya adalah dengan menggali sumur lebih dalam dengan harapan sumber air bisa membesar.



“Merata, sumur di kawasan Sungai Suci memiliki kedalaman 7 meter. Meskipun sudah dilakukan penggalian hingga beberapa meter, sumber air bersih juga tak mengalami penambahan yang signifikan,” jelasnya.

Dalam kondisi seperti ini, Pen mengungkapkan, warga setempat terpaksa berkeliling meminta air bersih kepada warga lain yang menggunakan sumur bor. “Jangan kan untuk mandi, untuk minum saja kami kesulitan. Sebab itu, kami terpaksa meminta air bersih kepada warga lain dan membawanya dengan menggunakan jerigen,” bebernya.

Senada disampaikan Zainal Yadi, warga Pasar Pedati. Ia juga mengatakan hal senada. Dikatakan dia, krisis air bersih memang seringkali terjadi saat musim kemarau tiba. Mengantisipasi hal itu, dirinya mengharapkan agar Pemerintah Daerah (Pemda) maupun Pemerintah Desa (Pemdes) bisa mengambil kebijakan strategis yang berpihak kepada masyarakat.

“Sampai saat ini ada puluhan warga yang mendirikan rumah di kawasan Sungai Suci. Besar harapan kami agar Pemdes bisa mengucurkan DD untuk memasang sumur di sekitar rumah kami. Mewujudkan hal itu, kami siap untuk menghibahkan lahan,” pungkas Zainal. (135)