Warga Konsumsi Ayam Flu Burung

RATU AGUNG, BE – Flu burung di Kota Bengkulu, tidak pernah ada habisnya. Warga di setiap kelurahan terus saja melaporkan adanya ayam mati mendadak. Jumlahnya pun tidak sedikit.   Karena itu, warga mengalami kerugian yang cukup besar.  Sedangkan pemerintah tidak bisa melakukan penggantian karena tidak memiliki anggaran.

Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, banyak warga yang masih saja mengkonsumsi ayam, ataupun unggas lainnya yang telah terinfeksi H5N1. Indikator tersebut terlihat ketika warga melakukan pemotongan ayam, sangat dekat dari radius ayam mati mendadak.  Sehingga besar kemungkinan ayam yang belum mati tersebut, sudah terinveksi H5N1.

Dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu, Drh Henny Kusuma Dewi mengimbau agar ayam yang akan dipotong sebaiknya dipastikan dulu kesehatannya.  Terlebih ketika jarak kandang sangat dekat dengan unggas yang positif flu burung.

“Sebenarnya virus H5N1 ini sangat lemah, dipanaskan dengan suhu 30 derajat saja sudah mati.  Namun ketika sudah terinfeksi, maka sebaiknya tidak dikonsumsi.  Karena walaupun sudah mati, tetap saja hal ini kita khawatirkan,” katanya.
Dilanjutkannya, untuk itu pihaknya akan kembali memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak mengkonsumsi ayam yang terkena flu burug, ataupun terindikasi.  Sehingga kesehatan bisa lebih terjamin, walaupun virus H5N1 termasuk kategori virus lemah.

“Kalau sudah berhubungan dengan kesehatan manusia, maka hal tersebut bisa dikonsultasikan kepada Dinas Kesehatan. Sejauh ini, kita menyayangkan jika warga masih ada yang mengkonsumsi ayam yang terindikasi virus hanya untuk menghindari kerugian,” tukasnya.
Kesehatan manusia lebih penting, daripada kerugian, Karena jika virus tersebut masuk kepada manusia, akan berdampak sangat buruk, bahkan hingga kematian.  Sebab sudah banyak ditemukan manusia menjadi korban, akibat terinfeksi H5N1. (160)