Warga Keracunan Massal

Para korban keracunan makanan saat dirawat di RSUD Arga Makmur.

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress – Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Utara (BU) melalui Kabid P2P, Ujang Ismail, SKM MPh menerangkan bahwa pihaknya juga sudah mengirimkan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal ke BPOM Bengkulu.Namun karena hari libur sehingga proses pemeriksaan sampel makanan tersebut belum bisa dilaksanakan.

“Kita sudah mengirimkan sampel makanan yang diduga menjadi masalah, namun kemungkinan baru bisa hari Senin hasilnya keluar karena tengah memasuki waktu libur kantor,” kata Ujang saat dikonfirmasi awak media, minggu (16/2).

Ujang menjelaskan puluhan warga yang terdiri dari guru SDIT Ruhul Jadid, guru RA IT Al Ihsan dan pegawai Puskesmas Kemumu pada Sabtu (15/2) memesan makanan berupa nasi bungkus ke pedagang online, Leni Jolabeng yang beralamat di Desa Karang Suci.

Namun setelah menyantap nasi kurang lebih 4 sampai 6 jam, puluhan warga tersebut malah menunjukan gejala keracunan sehingga harus menjalani perawatan.

“Terkait adanya keracunan pangan ini, para korban rata-rata mengalami demam tinggi, menggigil, muntah, diare, sakit kepala dan nyeri di sekujur badan, setidaknya ada 10 orang yang mendapatkan perawaran di RSUD Arga Makmur dan RS Charitas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ujang menuturkan, terkait dengan terjadinya hal tersebut, dirinya mengimbau kepada masyarakat agar selalu budayakan hidup sehat, diantaranya dengan menerapkan kebiasaan cuci tangan, serta mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.

Setidaknya dalam sehari perlu memasukan asupan gizi yang seimbang dan juga tetap harus selalu memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan.”Ya, dengan ini kami dari pihak Dinkes hanya dapat mengimbau kepada masyarakat agar selalu terapkan hidup sehat dengan cuci tangan, serta mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi,” tukasnya.(127)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*