Warga Kepahiang Terpapar Covid 19 Dibantu Rp 200 Ribu

Plt Kepala Dinsos Kepahiang, Julian Muda Parsah

 

KEPAHIANGbengkuluekspress.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kepahiang menyalurkan bantuan kepada masyarakat se-Kabupaten Kepahiang yang sebelumnya pernah terpapar Covid 19, Selasa (13/7). Bantuan yang disalurkan Dinsos Kepahiang ditujukan kepada 204 masyarakat Kepahiang yang berhak untuk menerimanya dengan total Rp 200 ribu dan sudah dalam bentuk Sembako sesuai dengan data paparan Covid 19 Juni – Juli. Penyaluran bantuan ini merupakan tahap III yang dilakukan Dinsos Kepahiang dan hingga Juli ini kisaran 400 lebih penyaluran bantuan sudah dilaksanakan.

Plt Kepala Dinsos Kepahiang, Julian Muda Parsah mengatakan, penyaluran tahap III yang dilakukan secara terus – menerus sesuai dengan paparan Covid 19 di Kabupaten Kepahiang. Memang nominalnya tidak seberapa, tapi harapannya bisa membantu masyarakat Kepahiang baik yang tengah menjalani isolasi maupun yang sudah dinyatakan positif Covid 19 sebelumnya.
“Totalnya Rp 200 ribu dan sudah berupa paket Sembako yang berisikan beras, telur, minyak goreng, gula susu dan sejumlah jenis makanan lainnya. Sekarang proses penyaluran untuk tahap III masih berlangsung dan untuk tahap IV nantinya kita masih menunggu data terbaru dari Dinkes Kepahiang,” kata Julian.

Disampaikan Julian, untuk teknis penyaluran akan dilakukan dengan jumlah penerima yang terbatas. Pihaknya akan mengantarkan Sembako kepada masyarakat melalui desa/ kelurahan, selanjutnya silakan pihak desa/ kelurahan menyalurkan langsung sesuai dengan data yang telah diberikan pihaknya kepada desa/ kelurahan. Ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya kerumunan masyarakat, apalagi masyarakat yang berhak untuk mendapatkan datanya sudah jelas.
“Kita dapatkan data dari Dinkes Kepahiang, berdasarkan data itulah penyaluran kita lakukan. Selanjutnya ketika Sembako sudah kita berikan, silakan pihak desa menyalurkan kepada masyarakat selaku penerima,” pungkas Julian. (320)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*