Warga Keluhkan Bau Limbah RSUD Curup

Ary, drainase tempat membuang limbah RSUD Curup (1)
ARY/Bengkulu Ekspress
Saluran drainase tempat RSUD Curup membuang langsung limbah cairnya tanpa melalui pengolahan terlebih dahulu. Bau limbah RSUD Curup tersebut sangat dikeluhkan warga.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Aktivitas pembuangan limbah cari RSUD Curup ke saluran drainase ternyata sudah lama dikeluhkan warga. Warga yang mengeluhkan tersebut terutama sejumlah warga yang rumahnya berbatasan langsung dengan pagar belakang RSUD Curup.

Warga yang berbatasan langsung dengan RSUD Curup tersebut adalah warga RT 3/3 Kelurahan Dwi Tunggal Kecamatan Curup. Keluhan warga sendiri terkait dengan baik busuk yang kerap ditimbulkan oleh limbah cair yang dibuang pihak rumah sakit ke saluran drainase yang ada di bagian belakang RSUD Curup.

“Yang paling kami keluhkan khususnya kami yang rumahnya berbatasan langsung dengan tembok rumah sakit ini adalah bau yang sangat menyengat,” aku As Nelson Sitompul salah satu warga RT 3/3 Kelurahan Dwi Tunggal yang rumahnya berbatasan langsung dengan tembok RSUD Curup.

Bau busuk yang ditimbulkan oleh limbah cair oleh RSUD Curup sendiri, menurut As terutama terjadi saat hujan tiba. Dimana menurutnya saat itu bau tak sedap mulai mereka rasakan. Selain menggangu mereka, menurut As bau tak sedap tersebut juga kerap dikeluhkan warga yang melintas di bagian belakang RSUD Curup.”Kami juga tidak enak kalau ada tamu, seolah-olah bau busuk itu dari rumah kami, tapi langsung kami terangkan bahwa bau busuk itu dari rumah sakit,” sampainya.

Atas keluhan warga tersebut, As mengaku beberapa waktu lalu pihaknya telah menyampaikan kelurahan tersebut ke pihak RSUD Curup. Setelah itu memang ada tindakan dari RSUD Curup karena menurutnya bau yang ada berkurang, hanya saja tak berselang lama bau busuk tersebut kembali keluar.

“Kita sudah sampaikan keluhan, namun hanya sebentar hilang kemudian ngulang lagi sampai sekarang,” paparnya.

Sementara itu, terkait dengan sumber air minum yang digunakan warga sekitar RSUD Curup, As mengaku sebagian sudah beralih ke air PDAM dan sebagian lagi masih menggunakan sumur, karena memang sejak dulu warga di kawasan tersebut selalu menggunakan sumur mengingat airnya cukup bersih. Hanya As mengaku ia tidak mengetahui apakah sumur warga tercemar atau tidaknya. Karena memang menurutnya air sumur warga masih tetap jernih.



Senada dengan yang disampaikan As, Ketua RT 3/3 Kelurahan Dwi Tunggal, Basuki Larasanto juga mengungkapkan hal yang serupa. Dimana menurutnya warga memang kerap mengeluhkan bau dari limbah cair RSUD Curup, keluhan tersebut muncul setelah adanya bangunan baru RSUD Curup.”Keluhan warga ini sering saya dengar saat berada dimasjid, namun untuk melapor atau protes sendiri hingga saat ini belum ada,” paparnya.

Sementara itu, terkait dengan kemungkinan adanya pencemaran akibat pembuangan limbah cair oleh RSUD Curup sendiri, menurut Basuki beberapa waktu lalu memang ada salah satu sumur warga yang mengeluarkan bau tak sedap, hanya saja menurutnya tidak berlangsung lama, setelah itu bau tak sedap tersebut hilang.”Kalau apakah sumur warga tercemar atau tidaknya saya kurang tahu, namun dulu memang ada yang sumurnya menjadi bau,” terang Basuki.

Disisi lain, Koordinator Daerah KKI Warsi Bengkulu, Nurkholis Sastro saat dikonfirmasi meminta agar pihak RSUD Curup bertanggungjawab atas dampak dari pembuangan limbah cair yang langsung ke saluran drainase tanpa melalui pengelohan terlebih dahulu. Terlebih lagi menurutny apa yang dilakukan RSUD Curup tersebut sudah dikeluhkan warga.”Atas apa yang dilakukan RSUD Curup dengan membuang limbah cair tanpa melalui pengolahan terlebih dahulu, pihak rumah sakit harus bertanggungjawab,” tegas Sastro.

Selain itu, Sastro juga menyampaikan, seharusnya sejumlah pihak terkait lainnya seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Balai Obat harus ikut mengawasi sehingga apa yang dilakukan oleh RSUD Curup tersebut tidak mencemari lingkungan terlebih lagi kegiatan pembuangan limbah cair tersebut sudah dilakukan bertahun-tahun.”Dari apa yang dilakukan RSUD Curup tersebut, bisa melanggar undang-undang nomor 32 tentang lingkungan hidup,” paparnya.Selain itu, Sastro juga berharap masyarakat harus berani melaporkan apa yang dilakukan oleh RSUD Curup tersebut, terlebih lagi hal tersebut sudah merupakan warga bahkan bisa saja sudah mencemari lingkungan.(251)