Warga Kecewa dengan EO Debat Publik

Masyrakat yang kecewa menunjukan lokasi berlangsungnya  debat publik yang tidak dibolehkan  warga melihat langsungMUKOMUKO, BE – Event organizer (EO) kegiatan debat publik pemilihan bupati dan wakil bupati Mukomuko, yaitu Golden Compass Tour Management mengecewakan masyarakat dan kalangan jurnalis. Pasalnya, banyak masyarakat yang tidak dapat undangan, tidak diperbolehkan masuk dan tidak bisa melihat langsung tiga pasangan calon (Paslon) Cabup serta Cawabup dalam kegiatan debat pubilk tersebut. Selain itu, kalangan wartawan dari media televisi, online dan cetak dibatasi dalam melakukan peliputan.

Seorang masyarakat Kota Mukomuko, Firmansyah yang bermaksud hendak melihat langsung debat publik kecewa. Karena lokasi debat publik yang dilaksanakan di Hotel Madyara sangat tertutup, seharusnya acara itu terbuka untuk umum.

“Okelah warga tidak boleh masuk di dalam dikarenakan keterbatasan tempat, harusnya pihak EO itu menyediakan televisi ataupun layar besar atau sejenisnya supaya masyarakat yang berada di luar bisa melihat langsung. Ini tidak, dan acara itu seakan – akan bukan debat publik, tetapi seperti acara pribadi,” cetusnya.

Kekecewaan yang sama disampaikan mantan Ketua Panwaslu Kabupaten Mukomuko, Muchatadir Munib.

Menurutnya, acara itu seperti bukan debat publik, tetapi lebih mengarah seperti syuting film – film.
Seharusnya, katanya, debat publik itu agar diketahui oleh masyarakat umum. Dia juga sangat menyesalkan pihak penyelenggara dalam hal ini rekanan dalam kegiatan itu dinilai tidak profesional dan tidak beretika.

“Masa penyambut tamunya menggunakan celana pendek, ini acara resmi untuk masyarakat umum,” tandasnya.
Dia mengharapkan, kepada pihak – pihak terkait untuk profesional dalam menggandeng pihak ketiga. Pimpred Radar Mukomuko, Amris yang mewakili rekan – rekan media menyampaikan, kekecewaannya kepada pelaksana debat publik tersebut. Karena tidak terbuka dan pers dibatasi untuk melakukan peliputan. Dan dalam acara itu yang hadir hanya para tim sukses, bukan masyarakat umum.

“Debat publik inikan tujuan utamanya supaya masyarakat luas mendengar dan melihat langsung visi dan misi yang disampaikan ketiga Paslon. Faktanya tidak, yang datang masing – masing tim sukses, sehingga masyarakat umum tidak mengetahui isi dan tujuan debat publik tersebut. Yang jelas kami dari media sangat kecewa dengan pelaksana kegiatan itu,” pungkasnya.

EO Golden Compass Tour Management, Empi didampingi sejumlah personilnya mengatakan, tidak melarang teman – teman pers untuk melakukan peliputan. Dan ada pembatasan itu dikarenakan pihaknya melakukan syuting debat publik supaya hasilnya maksimal, karena nantinya akan di ditayangkan di lima titik.

“Itu hanya kekeliruan dan miss komunikasi saja, kami minta maaf atas hal tersebut,” katanya.

Terbatasnya orang yang masuk dan tidak disiapkan layar atau televisi di luar, katanya, merupakan permintaan dari penyelenggara Pemilu Kada untuk menghindari terjadinya kericuhan.

Terkait penyambut tamu yang mengenakan celana pendek, lanjutnya, saat itu tidak disengaja. Posisi yang mengenakan celana pendek adalah bagian konsumsi, bukan penyambut tamu.
“Yang mengenakan celana pendek, posisinya di bagian konsumsi, karena saat itu mendadak dipanggil pihak kepolisian. Satu personilnya yang menggunakan celana pendek berdiri sebentar di depan pintu masuk para tamu undangan, yang jelas kami tidak melarang pers untuk melakukan peliputan. Ini hanya mis komunikasi saja dan kurang koordinasi,” jawabnya. (900)