Warga Gotong – Royong Perbaiki Lantai Jembatan

IST/Bengkulu EkspressGOTONG-ROYONG: Warga Gotong royong memperbaiki jembatan menuju desanya, Selasa (28/5).

PINO, Bengkulu Ekspress – Jembatan Beli yang menghubungkan kecamatan Pino dengan Desa Sebilo dan Kota Bumi, rusak akibat bencana alam yang terjadi akhir April lalu. Akibatnya kendaraan baik roda dua maupun roda empat tidak bisa melintasinya. Sehingga dua desa yakni Sebilo dan Kota Bumi menjadi terisolir. Untuk mengantisipasi agar saat idul fitri warga di rantau bisa mudik ke kedua desa tersebut atau warga bisa keluar desa untuk bersilaturahmi dengan sanak saudaranya di desa lain, warga kedua desa tersebut berinisiatif bergotong royong memperbaiki lantai jembatan.

“ Kalau tidak kami perbaiki jembatan beserta lantainya, maka keluarga kami yang di rantau tidak bisa pulang,” ujar Widi, salah satu tokoh pemuda setempat.

Widi mengaku, untuk memperbaiki jembatan tersebut, warga ada yang mengumpulkan papan atau paku ataupun peralatan lainnya. Sebab sejak diterjang banjir, banyak besi rangka jembatan yang putus, selain itu lantai jembatan dari papan hanyut, sehingga tidak bisa dilewati lagi.“ Setelah diperbaiki ini, minimal sepeda motor sudah bisa melintasinya, sehingga warga kami bisa mudik,” ungkap Widi.

Kepala Desa Kota Bumi, Marsin mengatakan, sejak dihantam banjir akhir April lalu, jembatan tersebut putus, akibatnya tidak ada lagi kendaraan yang bisa melintasinya. Sehingga warga terpaksa harus menyeberangi sungai atau melintasi besi-besi kerangka jembatan tersebut. Sedangkan kendaraan harus diparkirkan di seberang sungai. Namun dengan adanya kesepakatan warga bergotong royong memperbaiki jembatan tersebut, saat ini khusus kendaraan roda dua sudah lancar.

“ Jembatan ini satu-satunya akses warga kami keluar desa, dengan diperbaiki, kami sudah tidak terisilor lagi walaupun hanya bisa dilintasi dengan sepeda motor,” ujarnya.

Dirinya berharap, pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut, sehingga tidak hanya kendaraan roda dua saja yang bisa melintasinya. Namun kendaraan roda empat juga bisa melintasinya. Sebab selama ini jembatan tersebut bisa dilintasi kendaraan roda empat.“ Di desa kami pertanian warga sudah produksi, kalau jembatan masih darurat seperti saat ini, kami kesulitan mengangkut hasil panen, semoga pemerintah segera membangunnya lagi,” harap Marsin. (369)