Warga Desa Kuti Agung Butuh Perhatian Pemkab Seluma

Bakti
BENGKULU, BE – Setelah beberapa tahun tak kunjung ada perbaikan, kini akses jalan dari Desa Kuti Agung, Sukaraja, Seluma, semakin semakin memburuk.
Jalan yang terletak di desa pelosok yang merupakan perbatasan antara Kabupaten Seluma dan Kabupaten Bengkulu Tengah tersebut, sudah rusak parah.
Jalan dari Desa Kuti Agung ke Desa Babatan Ujung, Sukaraja tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, karena sudah tertutup material. Sementara jalan dari Desa Kuti Agung ke Desa Bukit, Bengkulu Tengah, rusak parah, karena material batu sudah terlepas dari aspal.
Warga sekitar pun mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah kabupaten seluma agar jalan tersebut segera diperbaiki. “Sebelumnya jalan ini dibuat oleh PTPN 5, sekitar 1980. Dan saya sudah 10 tahun tinggal disini, hingga saat ini belum pernah ada perbaikan,” ujar Andian (30), warga Blok Kantor, desa Kuti Agung, Sukaraja, Seluma.
Dijelaskan Andian, kondisi jalan yang buruk seringkali menjadi kendala bagi warga dalam berurusan, terutama yang berkaitan dengan pemerintahan.
Pantauan BE, desa tersebut hanya berjarak 8 KM untuk sampai ke simpang 4 betungan. Namun karena medan jalan koral yang sempit, warga membutuhkan waktu lebih dari 30 menit dan hanya bisa dilalui sepeda motor, itupun jika kondisi cuaca sedang bagus.
Karena buruknya akses jalan menuju Seluma masih memperihatinkan, warga lebih banyak memilih untuk melintasi desa perbatasan, Desa Bukit, Talang Empat, Bengkulu Tengah. Jalan ini sedikit lebih baik, namun tak jarang mobil tak bisa masuk ke desa jika cuaca sedang tak mendukung. “Jalan yang buruk membuat kami susah kalau mau berurusan, karena kami harus mutar melalui desa Bukit, Bengkulu Tengah. Namun, jika sedang hujan mobil tak bisa lewat jika tak menggunakan rantai,” tandas Andian.
Ditambahkannya, Desa Kuti Agung ditempati oleh lebih kurang 200 KK (kepala keluarga), yang tersebar kedalam 4 blok, yakni blok A, blok B, Talang Tais dan Blok Kantor.

Minim Tenaga Kesehatan
Selain mengharapkan perbaikan¬† jalan, warga juga mengharapkan adanya tenaga kesehatan yang menetap di desa tersebut. “Di sini memang ada puskesmas, para pegawai hanya datang saat jam kerja. Jika ada warga yang sakit, kami akan membawanya ke desa terdekat, Desa Taba Lagan, Bengkulu tengah. Tetapi kalau sudah parah, kami bawa ke RSUD M Yunus,” tuturnya.(135)