Warga Datangi Dewan

KEPAHIANG, BE РPuluhan warga dari desa persiapan Kepahiang Indah  Kecamatan Kabawetan menyambangi gedung DPRD. Kedatangan mereka itu untuk menyampaikan keluhan mengenai roda pemerintahan desa tersebut yang tidak lagi berjalan. Terkait hal itu, warga meminta kalangan dewan turut mendesak Pemkab dapat kembali menyusun penjabat pemerintahan desa setempat.
Perwakilan warga Joni Efendi mengatakan kondisi itu terjadi karena penjabat pemeritahan desa setempat hanya 3 orang saja. Akibat kondisi itu akhirnya warga yang menjadi korban. “Kalau dahulu roda pemerintahan berjalan, seperti Pjs Kades, Sekdes, Kadus dan beberapa penjabatpemerintahan desa memang ada. Tapi sekarang, Pjs Kades sudah tidak ada setelah melarikan honor perangkat desa yang ada,” ungkap Joni.
Sedangkan untuk Sekdes, lanjut Joni, sudah mengundurkan diri setelah bermasalah soal pendistribusian Beras Miskin (Raskin) yang sempatdilaporkan ke jajaran Polres Kepahiang belum lama ini. Seiring dengan hal itu, beberapa perangkat desa lainnya juga ada yang berhenti dengan berbagai alasan. “Saat ini tinggal Kaur dan Kadus saja yang mengakibatkan roda pemerintahan tidak bisa berjalan efektif,” jelasnya.
Sementara itu, anggota DPRD Bambang Asnadi mengatakan tetap akan mengakomodir apa yang telah disampaikan warga. Meskipun demikian perlu diketahui desa persiapan Kepahiang Indah itu merupakan salah satu usulan pemekaran yang tidak disahkan.”Kalau kita bicara aturan memang belum layak ada pemerintahan desa, tapi karena sejak dahulu desa itu sudah memiliki perangkat maka kitapun akan mengakomodir permintaan mereka ke pihak eksekutif,” ungkap Bambang yang juga merupakan mantan anggota Pansus pemekaran.
Sementara itu,¬† anggota DPRD lainnya, Nahar Ali menjelaskan desa persiapan itu belum disetujui untuk mekar karena masih terdapat permasalahan yang hingga saat ini belum terselesaikan. “Permasalahan yang dimaksud karena wilayah desa persiapan tersebut masuk dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba. Memang informasinya sudah pernah diajukan oleh Dishutbun untuk dibebaskan, tapi bukti nyatanya tidak bisa mereka tunjukkan,” tandasnya.(505)