Warga Curup Dibacok Orgil

orgil bacok warga
ARY/BE
Asep saat mendapat pertolongan medis di RSUD Curup Rabu (31/1) sore setelah sebelumnya diserang orang dengan gangguan kejiwaan.

CURUP, bengkuluekspres.com – Kasus penyerangan yang dilakukan orang dengan gangguan kejiwaan kembali terjadi. Kali ini dialami oleh Ahmad Asep (35) warga Desa Pungguk Lalang Kecamatan Curup Selatan.

Asep diserang oleh Ru (30) yang juga warga Desa Pungguk Lalang pada Rabu (31/1) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu korban bersama sang istri Yanti (30) dan anaknya yang masih balita pulang dari kebun mereka.
“Kami belum tau pasti kejadiannya, yang jelas korban bersama istrinya dan anaknya lagi dijalan pulang dari kebun, mungkin ketemu RU ini dan langsung dibacok,” terang Santoso salah kerabat korban saat ditemui di RSUD Curup.
Sementara itu, menurut keterangan Yanti istri korban, sebelum kejadian ia bersama korban baru pulang dari kebun. Saat tiba dirumah korban sempat minum air putih, setelah minum air putih korban keluar rumah karena ingin buang air kecil.
“Saat suami saya keluar rumah, RU masuk ke rumahnya mengambil parang dan langsung menyerang suami saya,” terang Yanti.
Menurut Yanti, antara korban dan pelaku merupakan tetangga dan masih bersaudara. Luka-luka yang dialami korban karena korban merusaha menghindari serangan pelaku. Pelaku baru menghentikan serangannya setelah korban berlari. Meskipun sempat dikejar pelaku, namun korban berhasil menghindar dan ditinggalkan pelaku, setelah itu, korban baru ditolong warga dan dibawa ke RSUD Curup.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka dibagian tubuhnya mulai dari luka robek di kepala bagian belakang, telapak tangan kanan dan kiri bahkan tangan kirinya nyaris putus.
Sementara itu, Kades Pungguk Lalang, Lukman Yasir membenarkan bahwa RU memang memang memiliki masalah kejiwaan. Bahkan menurutnya RU sudah pernah menjalani perawatan di RSJKO Bengkulu. Hanya saja menurut Lukman, serangan yang dilakukan RU terhadap warga baru pertama kali.
“Pelaku memang memiliki masalah kejiwaan, antara korban dan pelaku memang masih tetangga di dusun II,” terang Kades.
Menurut Kades, selama ini RU memang sudah meresahkan warga, karena setiap harinya korban sering membawa parang. (ary)