Warga Butuh Jembatan Gantung

IRUL/BE PANEN: Petani kelapa Kelurahan Bandar saat mengupas kelapa hasil panen, Minggu (15/1).
IRUL/Bengkulu Ekspress.
PANEN: Petani kelapa Kelurahan Bandar saat mengupas kelapa hasil panen, Minggu (15/1).

TETAP, BE – Sejumlah petani Desa Tanjung Bunga Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur ditahun ini dapat memprioritaskan pembangunan jembatan gantung Air Terusan untuk menghubungkan antara sawah Air Selilit. Sebab jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat setempat untuk mengangkut hasil pertanian serta transportasi warga.

“Sebenarnya bukan keinginan, tapi lebih mengarah ke kebutuhan. Karena sudah belasan tahun jembatan gantung ini belum pernah dibangun,”ujar Ramli (43), salah satu petani karet Desa Tanjung Bunga kepada BE, kemarin (15/1).

Dikatakannya, jembatan gantung sepanjang 30 meter ini sangat dibutuhkan warga karena sangat berperan terhadap aktivitas warga desa. Khususnya, warga yang memiliki kebun diseberang sungai Air Terusan tersebut. Sebab selama ini warga desa yang memiliki kebun, sawah diseberang sungai mengalami kesulitan untuk mengangkut hasil kebun. Karena untuk menyeberangi aliran sungai itu warga menggunakan rakit atau getek dan ini sangat berbahaya jika hujuan turun.

“Selama ini menggunakan rakit bambu inilah. Karena sarana itulah satu-satunya yang bisa digunakan, dan kalau air besar sungai ini tidak bisa diseberangi, dan kami terpaksa mutar cari jalan lain,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Tanjung Bunga, Tarmizi menuturkan, ia mengakui kesulitan yang dihadapi warga desanya. Karena rakit terbuat dari bambu menjadi transportasi andalan warga untuk ke kebun sekaligus menjadi alat transportasi warga untuk mendistribusikan hasil bumi dari kebun untuk dipasarkan di Kota Bintuhan. Atas kondisi ini warga selalu khawatir disaat menyeberangi sungai tiba-tiba arus sungai membesar dan menerjang para petani hingga menyebabkan petani hanyut.

“Selama ini setiap petani selalu menyeberangi sungai untuk menuju sawah dan kebun mengunakan raket, padahal disini hampir 90 persen warga bermata pencarian petani,” ujarnya.

Ditambahkan Kades, para petani sudah lama mendambakan jembatan gantung yang melintasi Sungai Air Terusan menuju sawah Air Selilit di desanya itu. Tarmizi selaku Kades berharap agar Pemkab Kaur dapat membangun jembatan gantung di desanya itu. Selain untuk memberikan rasa aman bagi petani untuk pulang pergi ke areal usaha mereka.

“Untuk proposal sudah kami sampaikan ke Bupati, juga setiap Musrenbang kecamatan selalu kita sampaikan. Kami sangat berharap agar jembatan gantung itu dapat dibangun,” harapnya.(618)