Warga Bongkar Jalan Provinsi

Ary/Bengkulu Ekspress
Warga Kelurahan Tunas Harapan membongkar gorong-gorong yang ada di Jalan AK Gani. Pembongkaran jalan milik Pemerintah Provinsi tersebut karena saluran gorong-gorong tersumbat sehingga menyebabkan banjir

CURUP, Bengkulu Ekspress– Lantaran diduga kerap menyebabkan banjir terutama saat musim hujan. Warga Kelurahan Tunas Harapan Kecamatan Curup Utara Jumat (11/1) kemarin membongkar jalan AK Gani yang merupakan jalan milik Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Jalan provinsi yang dibongkar tersebut tepat disimpang tiga menuju Desa Perbo Kecamatan Curup Utara. Jalan provinsi yang dibongkar tersebut adalah jalan yang dibawahnya tedapat gorong-gorong. “Warga berinisiatif sendiri membongkar jalan yang ada plat deker atau gorong-gorong dibawahnya,” terang Lurah Tunas Harapan, H Sarmin ditemui dilokasi Jumat pagi.



Dijelaskan Sarmin, warga berinisiatif membongkar plat deker tersebut, karena warga menduga penyebab banjir yang melanda kawasan tersebut selama 8 bulan terakhir karena saluran plat deker tersebut tersumbat. Setelah dibongkar warga ternyata saluran plat deker tersebut tersumbat, sehingga air keluar dari dalam saluran drainase dan menggenangi puluhan rumah warga dikawasan tersebut.

Setelah dibongkar warga, selain material berupa batu dan semen, warga juga mendapati banyak sekali sampah didalam plat deker yang menyebabkannya tersumbat. Setelah dibersihkan air bisa mengalir normal dan tidak keluar lagi dari saluran drainase.

“Meskipun plat deker ini milik provinsi, namun kita akan tetap mengusulkan ke Dinas PU Rejang Lebong agar bisa diperbaiki, syukur-syukur bila pihak provinsi langsung yang menangani,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, plat deker yang ada dibawah jalan lintas Curup-Lebong tersebut sebelumnya memang pernah diperbaiki pada tahun 2017 oleh Dinas PU Kabupaten Rejang Lebong, hanya saja perbaikan yang dilakukan bersifat sementara, sehingga kualitasnya tak sebanding dengan kendaraan yang melintasnya.

Terlebih lagi menurutnya dalam beberapa bulan terakhir, kawasan tersebut kerap dilintasi proyek pengoboran gas bumi di Lebong. Dimana mobil dengan totanse besar kerap melintas dijalan tersebut, sehingga plat deker menjadi amblas.

“Setelah amblas, memang dilakukan perbaikan, namun hanya menambal saja untuk menutupi lobang diatasnya, sedangkan material yang amblas tidak diangkat sehingga menyebabkan plat deker tersumbat,” terang Sarmin.

Sementara itu, Nuraini (45) salah satu warga yang rumahnya tergenang mengaku banjir dadakan memang kerap melanda kawasan tersebut selama beberapa bulan terakhir. Namun menurutnya banjir terparah terjadi pada Kamis (10/1) sore kemarin yaitu sekitar pukul 17.30 WIB hingga malam hari. Dimana menurutnya ketinggian air mencapai 30 CM.”memang banjir dadakan sudah sering, namun yang terparah kemarin sore (Kamis) sore,” aku Nuraini.

Akibat luapan air tersebut, Nuraini mengaku bagian dapur rumahnya terendam termasuk beberapa rumah warga lainnya. Atas kejadian tersebut ia berharap agar Pemerintah Provinsi Bengkulu memberbaiki plat deker yang tersumbat tersebut, sehingga banjir tak lagi menghantui mereka.(251)