Warga Bengkulu Selatan Tertipu Calo Tes Polri Rp 350 juta

SudarnoBengkulu, bengkuluekspress.com – Laporan penipuan penerimaan anggota Polri kembali diterima Polda Bengkulu. Kejadian itu menimpa DA, Pegawai Negeri Sipil, warga Kelurahan Padang Kapuk, Kota Manna, Bengkulu Selatan, yang ingin anaknya lulus saat mengikuti tes Polri. Penipuan ini terjadi pada 2017, namun korban baru melaporkan ke Polda Bengkulu, Senin (03/09/18).

Penipuan ini bermula ketika anak DA ingin mengikuti tes penerimaan anggota Polri pada 2017. SA yang mengetahui hal tersebut mengiming-imingi bisa meluluskan anak korban dengan syarat DA harus membayar uang sogokan sebesar Rp 350 juta.

DA menyetujui syarat itu. Uang tersebut diberikan korban ke terduga pelaku dengan 4 tahap. Uang senilai Rp 50 juta diberikan korban sebanyak 3 kali dan terakhir korban menyerahkan sisanya Rp 200 juta. Uang itu diserahkan korban dengan harapan anaknya bisa menjadi anggota Polri. Namun, hal yang diharapkan tak terwujud, anak korban tak lulus tes.

Mengetahui anaknya tak lulus, DA meminta uangnya kembali. Namun saat dihubungi pelaku meminta waktu untuk mengembalikan uang tersebut. Akan tetapi hingga saat ini pelaku belum juga mengembalikan uang korban.

Merasa ditipu, korban lantas melaporkan hal tersebut ke Polda Bengkulu. Korban berharap, dengan bantuan polisi uang yang telah ia berikan kepada pelaku dapat dikembalikan.

Menanggapi kasus ini, Kapolda Bengkulu, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Drs. Coki Manurung melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bengkulu, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sudarno, menerangkan, laporan itu sudah diterima. Saat ini penyidik sedang menindaklanjuti laporan itu.

Terkit maraknya penipuan dari calo CPNS dan Polri itu, Sudarno mengimbau agar masyarakat tidak mempercayai pihak manapun yang berucap manis bisa meluluskan dalam tes anggota Polri. Meski calo itu pejabat sekalipun. Sebab seleksi anggota Polri murni berdasarkan kemampuan peserta tes.

“Kan sudah diingatkan berkali-kali jangan percaya kepada calo yang menjanjikan bisa meluluskan menjadi anggota Polri. Segala proses seleksi nya kan transparan. Jadi gak ada lagi yang nyogok sekian juta, itu mustahil,” terangnya. (Imn)