Warga Ancam Polisikan Perusahaan

RIO-WARGA PERUMAHAN PANCA AREKA DEMO DEVELOPER (3)BENGKULU, BE – Ratusan warga dari RT 5, RT 23 dan RT 24, RW 04 Kelurahan Kandang Kecamatan Kampung Melayu, mendesak agar PT Asisya Catur Persada, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang properti membangun jalan, drainase serta masjid di kawasan mereka. Hal ini sesuai janji perusahaan itu sendiri kepada warga.
Bilamana tuntutan ini tidak direalisasikan, warga mengancam akan membawa masalah ini kepada pihak kepolisian. PT Asisya mereka nilai telah melanggar Undang Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Hak dan Kewajiban Konsumen. Demikian diutarakan Ketua RT 5 RW Kelurahan Kandang, Afrizal, saat mengikuti aksi protes warga terhadap kontraktor yang membangun perumahan Bumi Persada Indah di kawasan tersebut, kemarin. Aksi ini diwarnai pengambilan paksa semen PT Asisya Catur Persada yang dihamburkan warga ke jalan sebagai bentuk protes mereka.
“Saluran drainase kita tidak jelas kemana arah pembuangannya. Sehingga drainase ini hanya membuat terjadinya genangan air. Dan jalan yang ada saat bukan dibuat oleh pengembang tapi oleh Kementerian Perumahan Rakyat. Jadi kami minta agar pengembang bertanggung jawab karena posisi perumahan kita saat ini sudah tidak sesuai site plan awal lagi. Contohnya saja ada rumah yang dibangun diatas drainase dan diatas badan jalan. Kita kasih waktu 3 hari. Kalau tidak masalah ini kita bawa ke polisi,” katanya seraya menunjuk rumah yang sebagian sisi bangunannya berdiri di atas jalan beraspal.
Senada disampaikan Ketua RT 24, Norman (47). Pria yang sudah tinggal di kawasan ini selama 20 tahun ini mengutarakan, akses jalan ini menurutnya sangat dibutuhkan warga sementara pihak pengembang tidak memikirkan jalan utama tersebut, tapi hanya memikirkan pengembangan membangun rumah. “Dulu dua tahun lalu perwakilan pengembang Pak De Sumantri pernah berjanji akan membuatkan jalan tapi nyatanya sampai saat ini tidak juga di realisasikan,” ungkapnya.
Sayangnya, direktur PT Asisya Catur Persada, Adlan P, tidak ada dilokasi kejadian. Sementara perwakilan perusahaan, Suwarto, mengatakan, pihaknya akan segera membuat saluran drainase sebagaimana tuntutan warga. Sementara untuk jalan, pihaknya baru bisa menyediakan material. “Untuk realisasi pembangunan jalan baru bisa kami lakukan setelah berkoordinasi dengan pimpinan,” demikian ujar pria yang akrab disapa Totok ini. (009)