Warga Akui jadi Korban Investasi Bodong.

APRIZAL/BE
Robi salah seorang warga menjadi korban investasi bodong, menunjukan grup investasi yang diikutinya, Kamis (25/3).

ARGA MAKMUR, BE – Satu persatu warga yang diduga menjadi korban atas investasi bodong yang dilakukan seorang siswi di salah satu SMAN di Kabupaten Bengkulu Utara (BU), berinisial DS (18) mulai bersuara. Warga mulai mengakui telah menjadi korban investasi bodong berupa arisan yang dilakukan seorang siswa tersebut.

Seperti salah seorang warga Desa Karang Suci Kecamatan Arga Makmur Kabupaten BU, Robi. Mahasiswa inimengaku telah mengikuti investasi bodong tersebut lantaran tergiur dengan berinventasi selama 20 hari dirinya mendapatkan keuntungan dari investasi tersebut.

“Selaku mahasiswa saya tergiur mas saat ditawari investasi ini, hanya dengan bermodalkan Rp 1 juta ditambah biaya administrasi Rp 150 ribu selama 20 hari uang menjadi Rp 1,5 juta,” kata Robi.

Robi mengaku untuk modal awal mengikuti investasi itu dirinya menjual motor. Beruntung dari investasinya tersebut dirinya mendapatkan keuntungan seperti yang dijanjikan. Akan tetapi keberuntungan itulah awal nasib apes bagi dirinya. Lantaran dirinya mengajak beberapa temannya untuk mengikuti investasi tersebut juga. Alhasil uang beberapa temannya berinvestaso juga dan menjadi korban dalam investasi bodong tersebut.

“Ya, dikarenakan saya yang mengajak, akhirnya saya mengembalikan uang teman saya Mas, sebesar Rp 3,5 juta,” terangnya.

Robi pun menjelaskan, investasi tersebut memiliki aturan terdiri tiga tingkatan atau dalam bahasa investasi tersebut slot. Untuk slot pertama hanya bermodalkan Rp 1 juta, slot kedua Rp 5 juta dan slot ketiga Rp 10 juta. Untuk slot pertama ini Robi menjelaskan, dalam jangka 20 hari uang yang diinvestasikan kembali sedangkan untuk slot dua dan tiga dalam jangka 1/2 bulan

“Dengan kemampuan saya hanya mengikuti slot pertama hanya bermodalkan Rp 1 juta, namun untuk slot pertama ini saja anggotanya mencapai 180-an orang,” ungkap robi sembari menunjukkan isi grup investasi tersebut di handphonenya.

Dari data yang terhimpun, diketahui investasi bodong tersebut bermula hanya sebatas arisan yang dilakukan DS, namun seiring berjalannya waktu semakin banyak yang mengikuti sehingga berkembang menjadi investasi. Dari hasil inevatasi yang dilakukan oleh DS ini ratusan warga mulai dari anak sekolah, mahasiswa, tenaga honorer hingga dikabarkannya ada oknum pejabat mengikuti investasi tersebut. Dari hasil inevastasi ini pun ratusan warga menjadi korban hingga mengalami kerugian lebih dari Rp 2,6 miliar. (127)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*