Warga 6 Kecamatan Datangi Kantor PLN

 

APRIZAL/BE
Kedatangan warga dari 6 Kecamatan diterima langsung oleh pohak Kantor ULP PLN Arga Makmur, Kamis (25/2).
ARGA MAKMUR, BE – Seringnya terjadi pemadaman listrik di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) membuat warga di Bengkulu Utara kesal. Ingin mencari tahu penyebabnya, puluhan perwakilan masyarakat dari 6 Kecamatan di Bengkulu Utara, Kamis (25/2) mendatangi Kantor ULP PLN Arga Makmur. Mereka perwakilan masyarakat Ketahun, Napal Putih, Putri Hijau, Marga Sakti Seblat, Ulok Kupai dan Pinang Raya mendatangi Kantor ULP PLN Arga Makmur

Seringnya terjadi pemadaman listrik di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) membuat warga di Bengkulu Utara kesal. Ingin mencari tahu penyebabnya, puluhan perwakilan masyarakat dari 6 Kecamatan di Bengkulu Utara, Kamis (25/2) mendatangi Kantor ULP PLN Arga Makmur. Mereka perwakilan masyarakat Ketahun, Napal Putih, Putri Hijau, Marga Sakti Seblat, Ulok Kupai dan Pinang Raya mendatangi Kantor ULP PLN Arga Makmur

Salah seorang perwakilan masyarakat, Zamhari AS Jamal (70) mengatakan, “Ya, kedatangan kami kesini untuk mempertanyakan apa penyebab sering terjadinya pemadaman listrik di daerah kami, Pak.”
Zamhari menambahkan, sering terjadinya pemadaman listrik ini menyebabkan banyak peralatan elektronik milik masyarakat rusak.

“Jadi kita ke sini untuk memastikan apa penyebab sering terjadinya pemadaman listrik ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala ULP PLN Arga Makmur Khairul Mustafa saat ditemui usai pertemuan tersebut menuturkan, PLN berkomitmen menyelesaikan permaslahan ini. Menurutnya, permaslahan ini terjadi dikarenakan ada 2 kendala, yakni kendala internal dan kendala eksternal. Untuk kendala internal Khairul menjelaskan, memang hal ini menjadi permsalahan PLN, seperti kontruksi jaringan dan kendala ekternal di luar tanggung jawabnya PLN terkait dengan tanam tumbuh yang memang menjadi permaslahan hingga saat ini. Penyebab pemadaman listrik 75 persen, karena permasalahan tanam tumbuh. Bila permalsahan ini belum tuntas maka pemdaman listrik pun masih belum bisa dituntaskan.

“Jadi kami sangat bersyukur dengan adanya kedatangan masyarakat ini. Selain kendala internal dari kami, juga kendala ekternal dimana 75 persen pemadaman listrik ini disebabkan oleh tanam tumbuh. Jadi masyarakat tahu bila permaslahan pemadaman listrik di Kabupaten BU belum tuntas bila permasalahan tanam tumbuh belum selesai. Besar harapan kami bila masyarakat dapat bekerja sama terkait dengan tanam tumbuh,” terangnya.

Selain itu, ketika disinggung terkait dengan tidak adanya pemberitahuan kepada masyarakat bila ada pemadaman listrik. Khairul menyampaikan, PLN bakal berbenah diri terkait dengan hal ini. Memang pada dasarnya seluruh PLN se-Indonesia ada grup yang dinamakan PLN Menyapa terkait dengan pemberitahuan pemadaman listrik, namun hal tersebut hanya diperuntukan bagi pejabat dan Forkopimda Kabupaten.

“Akan kita perbaiki, sejauh ini pemberitahuan tersebut hanya diperuntukan bagi pemerintah daerah, mulai dari camat hingga Bupati,” tukasnya. (127)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*