Warem Meresahkan

darah_890-01TANJUNG KEMUNING,BE- Warga Desa Sulawangi Kecamatan Tanjung Kemuning, meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur untuk segera membongkar bangunan warung remang-remang (Warem) di jembatan Sulawangi atau perbatas Manna-Kaur. Sebab keberdaan warem itu sangat meresahkan warga sekitar.

“Kita minta kepada pemerintah untuk segera membongkar warem itu, karena itu sangat menganggu sekali. Terutama menjelang bulan puasa ini,” kata Yusman (36), warga Kecamatan Tanjung Kemuning kepada BE kemarin.

Dikatakanya, pemilik warung tidak hanya menyediakan makan dan minuman layaknya warung biasa. Namun keberadaan warung-warung ini disinyalir sebagai lokasi prostitusi terselubung serta meneyediakan miras. Sehingga ini meresahkan masyarakat setempat.

“Warem itu sudah di beri peringatan baik dari kades atau kepolisian sudah sering disampaikan pada pemilik warem. Tapi peringatan itu tidak ditangapi,” ujarnya.

Kades Tanjung Kemuning I Widi Harto yang juga merupakan toko masyarakat sekitar, mengatakan, ia mewakili warga Tanjung Kemuning berharap pemilik warem tak hanya diberi peringatan dan teguran saja. Namu juga berharap warem di sekitar jembatan Sulawangi untuk dibongkar habis oleh pemda dan aparat kepolisian.

“Karena keberadaan warem-warem ini pengaruhnya luar biasa dan dampak dirasakan warga. Karena baru masuk Kaur sudah disambut sama wanita-wanita malam, dan juga diwarem itu sering terjadi perkelahian,” tegas Kades.

Sementara itu, Sekda Kaur Nandar Munadi, S Sos saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya memastikan akan membongkar warem-warem di kawasan Sulawangi. Namun untuk kapan menertipkan warem itu, pihaknya belum bisa memastikan.

“Kita sudah kordinasi dengan Satpol PP dan Polisi, insallah sebelum memasuki bulan puasa ini Warem itu sudah kita bongkar,” jelas Nandar.(618)