Wanita Dituntut Mampu Bersaing

Bengkulu
Bakti/Bengkulu Ekspress Kepala DP3APPKB Benteng, Sri Haryati Prasetia SSTP saat memberikan motivasi kepada para wanita di Kabupaten Benteng agar bisa berkreasi, berinovasi dan bersaing dengan kaum lelaki.

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindangan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) menggelar sosialisasi pemberdayaan lembaga berbasis gender, Kamis (4/5/2017) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala DP3APPKB Kabupaten Benteng, Sri Haryati Prasetia SSTP mengimbau kepada seluruh kaum perempuan  untuk memiliki kemampuan dan daya saing. Dengan demikian,  perempuan bisa mengangkat derajat mereka dan tidak lagi dipandang sebelah mata.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan¬† ke depan perempuan bisa berperan aktif dan berkemampuan. Meskipun menjadi ibu rumah tangga (IRT), perempuan juga bisa berpartisipasi,” tegas Sri saat membuka acara sosialisasi.

Sri menuturkan, banyak hal yang bisa dilakukan para perempuan saat ini. Salah satunya adalah dengan menciptakan usaha kecil menengah di lingkungan keluarga serta bersaing meniti karier seperti halnya kaum lelaki.

“Sebagai contoh kecil, dalam kegiatan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang), saat ini wanita sudah mulai dilibatkan. Dalam berbagai kegiatan, perempuan juga bisa menyampaikan aspirasi dan menunjukkan keahlian yang dimiliki,” imbuh Sri.

Senada disampaikan Ketua Darmawanita Kabupaten Benteng, Rosmaneli.

“Saat ini, wanita bebas untuk beremansipasi. Wanita diberikan kebebasan untuk berkreasi dan berinovasi, terutama dalam hal membantu kepala keluarga untuk meningkatkan perekonomian keluarga,” kata Rosmaneli.

Wanita yang merupakan istri Plh Bupati Benteng, Muzakir Hamidi ini mengatakan, kreasi dan berbagai kegiatan positif memang perlu dilakukan. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk menghindari aksi pelecehan dan KDRT yang memang seringkali terjadi.

“Fakta mengungkapkan, bahwa kasus KDRT saat ini paling sering terjadi pada keluarga yang berada dalam ekonomi rendah. Melalui peningkatan ekonomi keluarga, aksi KDRT bisa dihindari,” tutupnya.

Pantauan Bengkulu Ekspress, acara sosialisasi berlangsung sukses dan lancar dengan menghadirkan Kepala Pusat Studi Gender dan Keluarga Unib, Dr Putri Suci Asriani SP MP.
Hadir diantaranya, Satgas PPA Kabupaten Benteng serta kaum wanita yang berasal dari perwakilan desa di Kabupaten Benteng.(135)