Wamendikbud: Minat Baca Anak Sangat Rendah

JAKARTA – Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang pendidikan, Musliar Kasim mengaku prihatin dengan masih rendahnya minat baca anak di Indonesia. Menurut Musliar, hal itu disebabkan beberapa persoalan, di antaranya membaca belum dijadikan kebiasaan di tengah masyarakat serta masih kurangnya buku anak-anak yang bisa menarik minat baca anak.
Kondisnya akan berbanding terbalik jika anak-anak disuruh menonton televisi yang bisa membuat anak betah, bahkan bisa sampai lupa makan.

“Kalau kita suruh mereka (anak-anak) membaca pasti tidak betah, kecuali yang kemampuan belajarnya sudah baik,” kata Musliar di acara pengumuman pemenang Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan 2012 di Jakarta, Senin (5/11).

Kebiasaan membaca menurutnya selain bis amemperkaya pengetahuan, juga mampu menjadi utrisi bagi jiwa manusia, terutama anak-anak.

Dia berharap adanya Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan 2012, mampu menambah minat baca serta menambah khasanah bagi anak-anak.

Pada kesempatan ini, Kemendikbud mengumumkan 53 pemenang sayembara penulisan naskah buku pengayaan 2012, meliputi sembilan kategori yang diikuti 874 peserta dari 30 provinsi.

Di antara kategori yang disayembarakan ialah pengayaan kepribadian, puisi, cerita pendek, pantun, pengetahuan alam, pengetahuan sosial, humaniora, keterampilan, biografim drama, hingga matematika.

“Kami juga berharap ke depan kemampuan menulis siswa dan guru semakin baik,” kata Musliar Kasim menambahkan.

Sementara itu Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan, kemendikbud, Diah Sarjana mengaku cukup puas dengan hasil sayembara tersebut meskipun untuk peserta dari kalangan siswam, belum semuanya mampu mengekspresikan dengan baik.(fat/jpnn)