Walikota Sidak SPBU

BENGKULU, BE – Walikota Bengkulu H Ahmad Kaendi SH MH sekaligus ketua Satgas antisipasi kisruh kenaikan BBM, kemarin (29/3) Sidak ke semua SPBU dalam Kota Bengkulu yang diawali dari SPBU Kampung Bali. Dalam kunjungan tersebut walikota tidak hanya melihat antrean yang panjang, akan tetapi juga melihat stok BBM yang dimiliki SPBU, seperti di SPBU Tebeng karena di SPBU tersebut telah kehabisan stok dari pukul 13.00 WIB pada setiap harinya. Namun setelah cek ke tempat penampungan, ternyata BBM di SPBU tersebut memang habis hanya tersisa 600 liter sebagai sisa dan tidak dapat disedot lagi. Di sela-sela Sidaknya, walikota mengatakan tujuan turun ke lapangan tersebut dalam rangka memberikan petunjuk kepada penggelola tentang melayani masyarakat dengan baik dengan mempedomani Surat Edaran (SE) yang telah dikeluarkan walikota beberapa minggu lalu. “Kami memberikan arahan kepada pengelola SPBU agar memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen hingga tanggal 1 April mendatang,” ujarnya. Selain itu, walikota juga memberikan pengertian dari masyarakat agar tidak melakukan penimbunan BBM, karena akan dikenakan sanksi tegas oleh Satgas yang telah dibentuk. “Kepada masyarakat agar tidak sesekali mencoba melakukan penimbunan, karena anggota Satgas yang terdiri dari inteleijen, TNI, Polisi, Kejaksaan selalu melakukan pengawasan sehingga jika ada kecurangan akan segera diketahui,” pintanya. Di sisi lain, ia juga meminta agar masyarakat tidak terlalu panik dengan adanya isu kenaikan BBM, karena pihak Pertamina telah menjamin stok untuk Kota Bengkulu cukup untuk 1 minggu ke depan. “Jangan terlalu emosional untuk mendapatkan BBM, lebih baik antre panjang asalkan sama-sama dapat, daripada BBM habis akibat ditimbun oleh satu orang,” terangnya. Mengenai apakah ada rencana membuat aturan mobil flat merah tidak diberikan BBM bersubsidi, walikota menjelaskan akan membicarakan hal tersebut dengan semua anggota Satgas. Karena ia menilai peraturan tentang larangan BBM subsidi bagi kendaraan plat merah sangat tepat karena BBM bersubsidi hanya diberikan untuk masyarakat ekonomi lemah. “Ya saya setuju jika dibuat aturannya, tapi sebelumnya akan saya bicarakan dengan Satgas,” tukasnya. (400)