Walikota Sidak Sekolah

RUDI - TINJAU - Walikota meninjau Taman Kota Simpang Kandis. Ia berkomitmen membangun taman-taman kota pada tahun 2015 nanti. RIO-WALIKOTA SAAT MENINJAU PEMBANGUNAN SMKN 4 (4)
BENGKULU, BE – Walikota Bengkulu H Helmi Hasan SE melukan inspeksi mendadak (Sidak) ke rumah-rumah sekolah. Sidak ini ia lakukan untuk memantau sejumlah sarana dan prasarana yang ada sekolah-sekolah tersebut. Ia khawatir, rusaknya sejumlah sarana dan prasarana yang ada di sekolah-sekolah tersebut dapat membahayakan siswa yang sedang sekolah.
Sidak sendiri dilakukan di SMKN 4 Pasar Bengkulu, SMPN 17 Bentiring, SMUN 8 Pematang Gubernur dan SDN 71 Kota Bengkulu. Didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Gianto MPd serta kepala sekolah masing-masing, Helmi meninjau sejumlah sarana dan prasarana seperti pagar, musala, jalan dan tata batas rumah sekolah.
“Tadi kita lihat ada pagar yang mau roboh. Ini kan membahayakan siswa. Dan ada juga malah pagarnya tidak ada sama sekali. Ini menjadi perhatian kita agar ke depan semuanya dibangun,” kata Helmi.
Helmi menekankan, setiap rumah sekolah seyogyanya harus memiliki tempat ibadah. Karenanya ia langsung memberikan perintah kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu untuk menginventarisasi semua kebutuhan sekolah agar dapat diusulkan pembangunannya dalam mata anggaran APBD tahun 2015 mendatang.
“Kita tentunya prihatin kalau melihat anak-anak kita tidak bisa melaksanakan ibadah karena memang tidak ada tempatnya di sekolah. Saya tadi sudah minta kepala dinas pendidikan untuk turun ke SD, SMP, SMA, singkatnya semua sekolah kita agar ini bisa diusulkan untuk dibangun pada tahun mendatang,” ungkapnya.
Pantauan jurnalis, Helmi bersama kepala-kepala sekolah juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah batas wilayah antara rumah sekolah dengan lahan milik warga. Tidak ada batas wilayah yang bermasalah ditemukan selain adanya bangunan 6 rumah milik warga yang dibangun di area tanah milik SMKN 4 Pasar Bengkulu.
“Memang warga dirikan rumah itu di kawasan sekolah kami sudah 2 bulan yang lalu. Luasnya belum kita hitung, tapi tidak sampai berhektare-hektare karena lahan kita luasnya 2 hektare. Mereka tidak pernah ada konfirmasi dengan kita,” ungkap Kepala Sekolah SMKN 4 Kota Bengkulu, Drs M Idris RA.
Kejanggalan juga terdapat di SDN 71 Kota Bengkulu. pada perhitungan awal, diperkirakan luas lahan sekolah ini berkisar 110 meter persegi. Namun setelah dilakukan pengukuran ulang bersama warga, luas lahan tersebut menjadi 87 meter persegi saja. Dan tidak ada mushola ditemukan di SDN ini. (009)