Walikota Puji Kreativitas Kelompok Peternak Sapi

BENGKULU, BE – Sehubungan dengan telah dikucurkannya dana bantuan sosial dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) sejak Tahun Anggaran 2011 kepada kelompok ternak di Kota Bengkulu, Walikota Bengkulu bersama Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu serta rombongan meninjau langsung empat lokasi ternak sapi di Kecamatan Kampung Melayu, Selasa (6/3). Peninjauan ini merupakan suatu bentuk konsistensi pemerintah dalam mendukung kemajuan ekonomi masyarakat Kota Bengkulu sekaligus sebagai unsur teknis yang mengawasi dan memastikan bahwa bantuan sosial dari Dirjen PSP ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Adapun kelompok ternak yang dikunjungi yaitu Kelompok Ternak Pondok Kapur Kel. Teluk sepang, Kelompok Ternak Makmur Kel. Teluk Sepang, Kelompok Ternak Tunas Harapan Mandiri Kel. Teluk Sepang dan Kelompok Ternak Tunggal Ika Kel. Kandang Mas. “Bansos dari Dirjen PSP ini kami gunakan untuk membeli sapi sebanyak 20 ekor (kelompok ternak pondok kapur), 20 ekor (kelompok ternak makmur), 35 ekor (kelompok ternak tunas harapan mandiri), 35 ekor (kelompok ternak tunggal ika) serta masing- masing membangun kandang sapi, membuat perangkat biogas serta kebutuhan lainnya untuk ternak sapi,” ungkap Rustam Ketua Kelompok Ternak Pondok Kapur sembari menjelaskan para ternak sapi juga memproduksi kompos dari kotoran sapi tersebut. Menariknya, dalam peninjauan yang dilakukan walikota terungkap, para peternak sapi ini membuat perlengkapan biogas dari kotoran sapi yang dapat digunakan untuk penerangan (lampu) serta memasak. Walikota sangat bangga melihat kreativitas dari para kelompok ternak tersebut. “Ini adalah hal yang sangat luar biasa dan patut dicontoh, dan ini sekaligus membuktikan bukti bahwa masyarakat Kota Bengkulu adalah masyarakat yang telah berpikiran maju, kreatif dan memiliki produktivitas,” kata Walikota. Informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, kotoran dari 20 ekor sapi bisa menyuplai penerangan dan gas untuk memasak pada satu atau dua rumah, jika sapi ini terus berkembang hingga 40, 60 atau 80 ekor paling tidak dapat digunakan oleh beberapa rumah di sekitarnya. Sehingga kotoran sapi tersebut tidak terbuang percuma akan tetapi dapat bermanfaat untuk warga sekitar. Teknologi gas dari kotoran ternak sapi tersebut bebas bau, karena kotoran yang terbuang langsung dikumpulkan dan ditampung pada tong yang diproduksi untuk menghasilkan gas. Pada kesempatan ini Walikota berpesan agar bantuan sosial yang diberikan pemerintah ini dapat terus dikembangkan, artinya dari 20 ekor sapi minimal dapat berkembang satu hingga dua kali lipat, sehingga usaha ternak ini dapat terus berkembang dan nantinya dapat memperkuat perekonomian para peternak khususnya masyarakat Kota Bengkulu. “Pemerintah Kota Bengkulu akan terus mendukung kegiatan-kegiatan kreatif seperti ini dan bersama masyarakat Kota Bengkulu akan mewujudkan Kota bengkulu sebagai kota masa depan yang berkelanjutan dan berketahanan iklim,” ujar Kanedi. (hms/adv)