Walikota Minta Dinkes Akomodir Penjahit Masker

Helmi Hasan

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Persoalan protesnya puluhan warga yang berprofesi sebagai penjahit di Dinas Kesehatan Kota Bengkulu kemarin (29/4), karena tak terakomodir untuk proyek pengadaan 20 ribu masker mendapat tanggapan dari walikota. Pasalnya, beberapa warga yang terdiri dari kaum ibu-ibu tersebut sudah terlanjur membeli bahan katun namun kuota pembuat masker dikatakan sudah penuh.

“Sebenarnya seluruh penjahit harusnya diberikan ruang dan Dinas Kesehatan punya program Pemerintah Kota Bengkulu untuk mengadakan masker, maka kemudian jumlahnya jangan tanggung- tanggung ya kan. Usulkan ke kita untuk kemudian setiap penjahit diberikan jatah sehingga kemudian jangan sampai ada yang dapat dan ada yang tidak dapat, kan kasihan,” ucap Walikota Bengkulu Helmi Hasan, Rabu (29/4).

Kekeliruan terkait teknis pendaftaran para penjahit yang akan membuat masker dikatakan Walikota tak perlu terjadi lagi dan harus di koordinasikan lebih baik lagi oleh OPD terkait agar tak membuat gaduh di saat menjalani masa sulit wabah covid-19. Mengingat maksud dari program pengadaan masker ini untuk dibagikan ke masyarakat untuk memastikan agar setiap masyarakat terbebas dari penyebaran covid-19.

Untuk diketahui, puluhan ibu-ibu penjahit warga Kota Bengkulu kemarin mendatangi kantor Dinkes Kota Bengkulu untuk mengajukan protes karena tak sempat terdaftar dalam penjahit masker karena tak mendapat kejelasan terkait mekanisme pendaftaran. Permasalahan terletak pada Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) tempat para penjahit mendaftar yang mengaku sudah bekerjasama dengan Dinkes Kota Bengkulu. Namun pihak Dinkes berdalih tak ada kerjasama apapun dengan pihak PJKP. (Imn)