Wali Murid Minta Kepsek Dicopot

Bakti/BE
DICOPOT : Wali murid saat menyampaikan aspirasi kepada Kepala Dinas Dikpora Benteng agar Kepala SD Negeri 15 Benteng dicopot, kemarin (22/1).

BENTENG, bengkuluekspress.com – Ratusan wali murid di Sekolah Dasar (SD) Negeri 15 Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) melakukan aksi protes dan orasi di halaman sekolah, Rabu (22/1). Kedatangan wali murid bertujuan untuk meminta agar kepala sekolah (Kepsek) diganti alias dicopot. Pantauan BE, para orang tua datang ke sekolah sembari membawa kertas karton bertuliskan tuntutan mereka.

Salah seorang wali murid, Ucok mengatakan, permintaan mereka agar Kepsek diganti memang sudah dipendam sejak lama. Pemicunya Kepsek dinilai tidak menjalankan tugas sesuai dengan aturan. Diantaranya, bantuan TV dan laptop yang tak diketahui kejelasannya, seng sisa rehab sekolah yang tak diketahui keberadaannya serta disiplin sekolah yang dinilai berlebihan. Selain itu, jam pulang sekolah terkadang hingga sore hari dan membuat wali murid yang menjemput terlalu lama menuggu.

“SD N 15 Benteng juga mendapat bantuan seng dari perusahaan, akan tetapi keberadaannya tak diketahui kejelasannya,” ungkap Ucok.

Diungkapkan Ucok, kekesalah orang tua kian memuncak tatkala ada kebijakan sekolah yang memberatkan. Seperti, dugaan pungutan liar senilai Rp 2.000 per siswa yang dibayar setiap Jumat tanpa kesepakatan bersama wali murid. Selain itu, ada permintaan sekolah kepada siswa berupa membawa pancang untuk pembangunan pagar sekolah.

“Yang membuat kami kecewa, pancang yang dibawa murid dibawa pulang ke rumah guru saat malam hari,” beber Ucok.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 15 Benteng, Yulis Setuawati MPd membenarkan ada aset sekolah yang dibawa pulang. “Laptop dan TV bantuan memang benar dibawa pulang. Sebab, beberapa waktu lalu ada aksi pencurian. Untuk seng bantuan dan seng bekas, memang kami jual untuk tambahan biaya pembangunan musala. Jika memang wali murid mau seng, saya akan ganti lagi,” ungkap Yulis.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikpora Benteng, Saidirman SE MSi, yang hadir dalam mediasi antara wali murid dengan pihak sekolah mengaku, akan menampung semua aspirasi masyarakat.
“Usulan pergantian Kepsek akan disampaikan dulu ke pak Bupati. Sebaiknya, pergantian dilakukan setelah ujian nasional berakhir agar pelaksanaan ujian tak terganggu,” kata Saidirman.(135)