Walhi dan Mahasiswa Gelar Aksi

RIO-AKSI HARI LH SEDUNIA-MAHASISWA & LSM (3)BENGKULU, BE – Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Provinsi Bengkulu dan mahasiswa dari PKMR (Persatuan Keluarga Mahasiswa Rejang), Kuliah Kader Bangsa (KKB) UMB, DPM FE UMB, PAMI Bengkulu, Pusat Kajian Korupsi (Puskaki), BEM KBM Unib, BEM KM Unived, dan PMII menggelar aksi massa di Bundaran Simpang Lima Bengkulu.
Koordinator Lapangan Sugiyanto mengatakan, poin penting yang ingin diangkat yakni berusaha mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan yang kini sudah semakin memburuk, karena sudah tercemar limbah. Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan perlu ditingkatkan, khususnya dalam menangani oknum pembalakan liar yang semakin semena-mena membabat hutan.
“Kami di sini ingin menyuarakan, agar kita harus menjaga lingkungan. Kita melihat, saat ini lingkungan kita sudah tercemar. Mulai dari penambangan yang tidak taat aturan, hingga terjadinya penebangan pohon dimana-mana. Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli, dalam menjaga lingkungan agar tidak semakin rusak,” ujar Sugiyanto kepada BE kemarin.
Hal senada diungkapkan oleh Direktur Walhi Bengkulu Beni Ardiansyah. Dia berharap, dari aksi ini dapat mengugah hati masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama menjaga lingkungan yang kini semakin terpuruk, karena minimnya kesadaran dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga lingkungan, dapat dipastikan lingkungan di Provinsi Bengkulu bisa terkontrol.
“Di hari lingkungan hidup, kita ingin menceritakan apa yang sudah kita lakukan terhadap lingkungan. Semua bisa melihat pencemaran dimana-mana. Untuk itu, kami ingin memberikan pemahaman akan pentingnya lingkungan hidup kepada masyarakat dan pemerintah. Kami berharap, ada kesinambungan dan kerjasama dari masyarakat dan pemerintah untuk sama-sama menjaga lingkungan. Sebab, kalau tidak ada kerjasama semuanya tidak akan berjalan dengan baik,” ucapnya.
Dalam aksi massa kali ini, sekitar 30 orang mahasiswa selain melakukan orasi, juga melakukan aksi teatrikal menunjukan akan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menebang pohon. Penebangan secara brutal di hutan-hutan lindung, menjadi penyebab pemanasan global, banjir, dan punahnya beberapa jenis hewan. (cw6)