Walhi Bengkulu: Sungai Martam di Bengkulu Selatan Tercemar

KOTA MANNA, Bengkulu Ekspress – Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bengkulu, Beni Ardiansyah mengaku prihatin dengan kondisi sungai Martam di Desa Sukajaya, Kedurang Ilir. Pasalnya saat ini warnanya sudah berubah warga menjadi lebih hitam, bahkan berminyak. Beni menduga perubahan warna sungai martam tersebut lantaran dicemari oleh limbah cair pabrik pengolahan kelapa sawit PT Bengkulu Sawit Lestari (BSL) di daerah tersebut. Lantaran lokasinya dekat dengan sungai martam. “Saya menduga perubahan warga sungai tersebut karena tercemar oleh limbah cair PT BSL,” katanya.

Beni mengatakan, sebelumnya tahun 2016 lalu diduga tidak memiliki izin prinsip. Sehingga diduga pengelolaan limbahnya kurang maksimal. Oleh karena itu, untuk menghindari dampak yang lebih besar Bupati Bengkulu Selatan wajib menghentikan seluruh kegiatan PT BSL dengan mencabut izin usaha industri dan izin usaha perdagangan. Serta meminta PT BSL melakukan pemulihan atau restorasi sungai martam.

“Kalau Pemda cuek dengan kondisi ini, kami khawatir ke depan kerusakan lingkungan akan semakin parah, kami harap Bupati selaku pejabat penerbit izin dapat mencabut perizinan PT tersebut,” ujarnya.

Sebagai bentuk keprihatinannya terhadap kondisi sungai martam, Beni mengaku pihaknya sudah melaporkannya ke pihak dinas lingkungan hidup Provinsi. Dirinya berharap, pihak lingkungan hidup dapat segera turun ke lapangan mengecek langsung kondisi sungai martam. “Dugaan pencemaran sungai martam ini sudah kami sampaikan ke Dinas Lingkungan Hidup Provinsi, mudah-mudahan mereka segera menindaklanjutinya,” harap Beni.

Sebelumnya, beberapa hari lalu, kondisi sungai martam warnanya berubah menjadi lebih hitam. Tidak hanya itu, di aliran sungai terlihat seperti ada gumpalan-gumpalan minyak. Kondisi tersebut diduga telah terjadi pencemaran pada sungai martam. Pasalnya sebelum kehadiran PT BSL, sungai tersebut airnya jernih. Bahkan setiap waktu di sepanjang aliran sungai martam menjadi lokasi pemancingan warga. (369)