Wajah Warga Kota Bengkulu Disiram Cuka Para Oleh OTD

Budhi//Bengkulu Ekspress Korban Ronaldo Deshar Wendi (21), terbaring lemah ditemani istri Rika Sofie dan bibinya Elian, ketika mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit M Yunus Bengkulu, Selasa (18/9/18).
Budhi//Bengkulu Ekspress Korban Ronaldo Deshar Wendi (21), terbaring lemah ditemani istri Rika Sofie dan bibinya Elian, ketika mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit M Yunus Bengkulu, Selasa (18/9/18).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Sungguh naas nasib dialami Ronaldo Deshar Wendi (21), Warga Jalan Sadang Kelurahan Lingkar Barat, Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu. Disaat sedang tertidur lelap di rumahnya, pada Selasa (18/9/18) sekitar pukul 02.00 WIB dinhari, dia menjadi korban percobaan pembunuhan. Muka Ronaldo disiram dengan air keras diduga jenis cuka para atau cuka karet oleh orang tak dikenal (OTD). Akibatnya muka korban melepuh dan harus menajalai perawatan di Rumah Sakit M Ynus (RSMY) Bengkulu.

Berdasarkan keterangan istri korban Ronaldo, Rika Sofie. Saat kejadian korban tengah tertidur lelap bersama sang istri dan anak mereka yang masih berusia 1 tahun. Posisi suaminya tidur didekat jendela. Tiba-tiba pelaku langsung menyiramkan cuka karet tersebut ke wajah suaminya melalui jendela pintu. Pelaku sebelumnya mencongkel jendela yang saat itu dalam posisi terkunci. Untung saja siraman cuka para itu tidak mengenai Rika Sofie dan anak korban.

“Sekarang ini suami saya tidak bisa melihat. Matanya belum bisa dibuka dan harus menahan pedih dan panas akibat siraman cuka para atau cuka karet itu. Saya tidak tahu mengapa suami saya disiram cuka para. Selama ini sang suami, dirinya maupun keluarga mereka lainnya tidak pernah ada permasalahan dengan orang ataupun tetangga sekitar yang menimbulkan rasa dendam.,” terang Rika kepada BE saat ditemui di Rumah Sakit M Yunus Bengkulu, Selasa (18/9/18).

Terkait penyiraman air keras yang dialami Ronaldo ini, Bibi korban Ronaldo, Elian, meminta polisi segera menangkap pelaku yang sudah tega menyiramkan air keras itu kepada keponakannya itu.

“Kita sudah melaporkan kasus ini ke Polsek Gading Cempaka, Kota Bengkulu,” jelasnya.

Kapolsek Gading Cempaka, Kompol Rudi Marwah melalui Kanit Reskrim, Iptu Rabnus Supandri SSos, saat dihubungi membenarkan adanya kasus tersebut. Sekarang ini polisi masih melakukan pendalaman dan penyidikan untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras itu.

“Kita masih mengumpulkan barang bukti, serta keterangan dari istri maupun saksi yang mengetahui kejadian itu. Lokasi tempat kejadian perkara (TKP) sudah kita datangi dan sekarang masih dalam proses penyelidikan,” tutupnya.

Berdasarkan data terhimpun Bengkulu Ekspress, akibat kejadian tersebut wajah dan dada korban terlihat menghitam, seperti terbakar. Korban sekarang masih mendapatkan perawatan intensif di ruangan Seruni RSMY Bengkulu. (529)