Wagub: Jangan Vonis Gubernur Bersalah

BENGKULU, BE – Wakil Gubernur Bengkulu Sultan Bachtiar Najamuddin ikut bersuara terkait dengan beredarnya kabar Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah SAg MPd ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri belakangan ini. Wagub pun mengaku sejak berita itu muncul, banyak masyarakat dari berkalangan yang bertanya kepada dirinya, namun ia tidak bisa memberikan jawaban karena tidak mengerti benar atau tidaknya berita tersebut. Setelah ada klarifikasi dari Mabes Polri, ia pun menyampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Karena itu, Sultan meminta kepada seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu untuk tenang dan tidak terburu-buru memvonis gubernur bersalah dan itu terbukti dengan penjelasan yang disampaikan oleh pihak Mabes Polri.

“Banyak yang bertanya dan meminta saya untuk sampaikan kepada masyarakat, tentang opini, isu bahwa gubernur Bengkulu menjadi tersangka. Saya minta masyarakat harus tenang, jangan terburu-buru memvonis gubernur bersalah, itu tidak baik,” tegas Sultan kepada BE usai usai mengikuti acara jalan sehat dalam rangka HUT Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang ke 17 di Pantai Panjang Bengkulu, kemarin.

Selain itu, ia juga mengajak semua pihak untuk bertarung secara sehat, bermain dengan fair dan tidak menggunakan opini buruk sehingga menjatuhkan salah satu lawan. “Tidak perlu menjelek-jelakkan lawan politik karena masyarakat kita sudah cerdas dan semakin dewasa dalam berpolitik. Kalaupun ada kompetisi Pilkada, mari bertarung dengan sehat, fair, jangan sampai menggunakan opini sehingga menjatuhkan salah satu lawan. Apalagi sampai memvonis gubernur bersalah, itu tidak boleh,” terangnya.

Gub dan Wagub Makin Mesra
Sementara itu, Gubernur Junaidi Hamsyah dan Wagub Sultan tampak sangat mesra dalam acara aqiqah cucu pertama Junaidi atau anak dari Fikri Edo Pratama dengan Miftahul Jannah di kediaman pribadi gubernur di di Bumi Ayu, Kota Bengkulu, kemarin.

Gubernur dan Wakil Gubernur pun berduet menyanyikan beberapa lagu yang disaksikan para Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu dan semua tamu undangan yang hadir.

Tidak hanya mesra dengan gubernur, Wagub juga akrab dengan putra pertama gubernur, Fikri Edo Pratama. Itu terbukti Wagub dan Edo duet bersama yang dilanjutkan dengan Wagub memainkan drumb sedangkan Edo bernyanyi. Tidak lama beselang, Gubernur Junaidi pun ikut bernyanyi.

Kemesraan antara Gubernur Junaidi dan Wagub Sultan ini membuktikan bahwa mereka tetap kompak, solid dan bersatu untuk membangun Provinsi Bengkulu menjadi yang lebih baik dari sebelumnya. (400)