Wafat 306, Jamaah Meninggal Hampir Salip Tahun Lalu

JAKARTA – Misi perjalanan ibadah haji jamaah dari Indonesia masih lama. Dijadwalkan misi itu baru benar-benar tuntas pada akhir bulan ini. Namun dari rekapitulasi jamaah haji yang meninggal, sudah hampir melampaiu catatan tahun lalu.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Bahrul Hayat memaparkan rekapitulasi sementara jamaah haji meninggal per 5 November kemarin pagi. Dia mengatakan jika jumlah jamaah haji yang meninggal sampai waktu tersebut mencapai 303 orang.

“Pada (jumlah, red) hari yang sama tahun 2011, jamaah haji yang meninggal berjumlah 306 orang,” katanya kemarin (5/11). Bahrul menambahkan jika rincian jamaah haji yang meninggal tahun ini adalah di Makkah sejumlah 247 orang, di Arafah (7 orang), Mina (26 orang), Madinah (19 orang), dan di Jeddah (4 orang).

Sementara itu Bahrul juga memaparkan perkembangan jamaah haji yang menjalani perawatan di sejumlah Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) dan rumah sakit lainnya. Dari laporan yang diterima, jumlah jamaah yang masih menjalani perawatan berjumlah 221 orang.

Rincian jamaah haji yang dirawat ini adalah di BPHI Makkah sebanyak 84 orang, sektor Makkah (71 orang), Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Makkah (51 orang), RSAS Madinah (1 orang), RSAS Jeddah (3 orang), dan di BPHI Jeddah (11 orang).

Meskipun jumlah jamaah haji yang meninggal hampir melampaui tahun lalu, Kemenag belum menyatakan jika fenomena ini adalah dampak dengan banyaknya jamaah usia lanjut. Sebagaimana diketahui jika tahun ini mereka memprioritaskan jamaah haji usia lanjut untuk mengisi kursi atua porsi haji reguler yang tidak terserap. Kemenag mencatat jika 80 persen jamaah haji Indonesia berumur lebih dari 70 tahun.

Bahrul mengatakan semua keputusan evaluasi layanan haji akan dijalankan setelah seluruh jamaah haji tiba di tanah air. Termasuk soal layanan kesehatan untuk jamaah haji yang sudah berusia lanjut dan berstatus resiko tinggi (resti).

Tetapi selama pantauannya di Arab Saudi langsung, pelayanan petugas medis berjalan cukup bagus. Termasuk kepada jamaah yang usianya lanjut. Tingkat kunjungan dokter ke pemondokan jamaah haji Indonesia juga sudah dijalankan setiap harinya. “Nanti akan ada paparan khusus soal evaluasi haji,” katanya.

Sementara itu di Arab Saudi himbauan supaya jamaah tidak membawa barang bawaan berlebihan terus dikampanyekan. Sebab barang bawaan jamaah haji yang setiap disortir terus saja terjadi.

Kepala Pusat Informasi dan Humas (Kapus Pinmas) Kemenag Zubaidi mengatakan supaya jamaah tidak coba-coba membawa air zam-zam dan barang-barang bawaan lainnya secara berlebihan.”Air zam-zam sudah disiapkan. Diselip-selipkan tetap saja ketahuan petugas bandara,” katanya kepada tim Media Center Haji (MCH) Kemenag di Jeddah kemarin. (wan)