Didesak Copot, Wadir Umum dan Keuangan RSUD Merasa Dizalimi

BENGKULU, BE – Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan, dr Lista Ceriyviera MM dan Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan, Edy Antoni MKes merasa dizalimi.  Ini terkait aksi demonstrasi yang dilakukan karyawan dan dokter RSUD M Yunus Senin (1/10) lalu yang menuntut agar kedua Wadir tersebut dicopot dari jabatannya.   Karena dianggap sebagai penyebab RSUD M Yunus terlilit masalah.

Saat diwawancarai  di ruang kerjanya kemarin, Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan, dr Lista Ceriyviera MM mengatakan ia merasa dizalimi dengan adanya tindakan tersebut.   Karena merasa selama ini telah menjalankan tugas dengan baik dan maksimal sesuai dengan Tupoksi yang dibebankan kepadanya.

Selain merasa telah menjalan tugas dengan baik, ia merasa ada keanehan. Karena yang dituntut mundur oleh pendemo tersebut hanya 2 orang Wadir sementara di rumah sakit tersebut segala kebijakan diambil oleh direkturnya.
“Semestinya persoalan ini tidak bisa dibebankan kepada hanya kepada 2 orang Wadir, melainkan direkturnya lah yang harus bertanggung jawab karena segala bentuk kebijakan ada ditangan direktur sepenuhnya,” ujarnya.

Kendati demikian, ia pun siap dimutasi jika dianggap tidak mampu menjalankan tugasnya.  “Saya sudah siap dipindahkan kemanapun, karena itu adalah sebuah risiko dari sebuah jabatan,” sampainya.

Senada juga disampaikan Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan Edy Antoni MKes.  Ia mengatakan di rumah sakit tersebut memiliki sistem dan memiliki aturan yang jelas sehingga apabila bermasalah maka tida bisa dibebankan kepada salah satu atau beberapa direksinya, melainkan semuanya harus bertanggung jawab.

“Rumah sakit ini punya sistem dan punya aturan yang jelas, kalau memang ada masalah yang harus ditanggung bersama, terlebih lagi Wadir tidak pernah membuat dan mengambil kebijakan,” ungkapnya.

Ia juga menilai bahwa apa yang terjadi di RSUD M Yunus tersebut merupakan keinginan seseorang demi kepentingan pribadinya dengan cara menggeserkan 2 Wadirnya. Sementara semua persoalan berada ditangan direkturnya.  Kendati demikian, ia pun juga menyatakan kesiapannya untuk dipindahkan. Namun sesuai dengan peraturan dan perundang-undang yang berlaku.

“Meskipun dijadikan korban, saya siap dimutasi kapanpun,” tegasnya.  Ia mengatakan selama ini ia telah menjalankan tugas sebagai Wadir dengan baik, dan tidak pernah melanggar aturan. (400)