Wabup Kepahiang Minta Solusi TPA

SAMPAH Warga saat membersihkan tumpukan sampah di sungai jembatan dua kemarin (309)
foto : ilustrasi

KEPAHIANG, BE – Pemasalahan sampah rumah tangga menjadi persoalan serius Kabupaten Kepahiang. Sehingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah harus segera diselesaikan, agar sampah-sampah tak menumpuk diberbagai wilayah Kepahiang yang tentunya sangat mengganggu pemandangan.

Diungkapkan Wakil Bupati Kepahiang, Netti Herawati SSosĀ  pemasalahan TPA harus segara diselesaikan, supaya pembangunan sampah dapat dilakukan tanpa ada hambatan, termasuk di TPA Bajang Desa Muara Langkap Kecamatan Bermani Ilir.

“Sampah memang menjadi permasalahan kita, TPA itu kita harap ada solusinya, sehingga tak menjadi persoalan terutama untuk letak TPA,” ungkap Netti.

Wabup mengatakan, bila tak ditangani dengan baik, pembuangan sampah terutama di pusat perkotaan Kepahiang akan menimbulkan problem bagi masyarakat maupun daerah. Sebab, cintra

Kepahiang bisa rusak dengan penumpukan sampah. Kemudian bagi masyarakat akan mengganggu kesehatan jika banyak sampah berserakan.

“Setiap hari rumah tangga itu buang sampah, akan menjadi repot kalau tidak ada lokasi pembuangan akhir,” tuturnya.

Deni Saputra (34), warga Sidodadi Kelurahan Pasar Ujung Kecamatan Kepahiang mempersoalkan tempat pembuangan sampah lingkungan. Kerena di lingkungan 4 Sidodadi sekarang tak ada tempat membuang sampah, padahal setiap bulan warga selalu membayar iuran sampah setiap membayar tagihan listrik.

“Setiap bayar listrik kita juga dipungut iuran sampah, tapi sampah kita tidak pernah diangkut petugas,” ujarnya.

Dikatakan Deni, sekarang sampah menumpuk dipemakaman Cina di Air Sempiang, karena tak ada tempat membuang sampah akhirnya warga membuang sampah disembarangan tempat.
“Lihat saja dikuburan cina itu, sampahnya sudah menumpuk, nanti orang cina juga marah kuburan jadi tempat buang sampah,” tuturnya. (320)