Wabup Buka Konfrensi Kerja PGRI

APRIZAL/BE
Wakil Bupati BU Arie Septia Adinata SE MAP membuka secara langsungsung Konferensi Kerja I PGrI Kabupaten BU, Kamis (27/5)

ARGA MAKMUR, BE – Wakil Bupati Bengkulu Utara (BU) Arie Septia Adinata SE MAP, membuka kegiatan konferensi Kerja Pertama (I) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten BU, masa bhakti XXII tahun 2020–2025.

Kegiatan mengangkat tema tingkatkan kreativitas dan dedikasi guru Indonesia maju ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, yang bertempat di aula SD Model, Kamis (26/5).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua PGRI Provinsi Bengkulu Dr Haryadi SPd MM MSi, Ketua PGRI Kabupaten BU Kusno MPd, serta para pengurus PGRI Kecamatan se-Kabupaten BU.

Dalam sambutannya Ketua PGRI Kabupaten BU Kusno MPd mengatakan, konferensi kerja ini konferensi atau musyawarah setelah adanya Konferensi PGRI Kabupaten BU. Konferensi PGRI dilaksanakan setiap tahun untuk membahas apa yang telah dilaksanakan dalam tiap tahunnya.

Mudah-mudahan dengan kegiatan ini dapat mengevaluasi Kinerja Organisasi sehingga bisa tahu dimana letak kelemahan, Kekuatan dan Keberhasilan sehingga kekurangannya bisa diperbaiki. Dan apabila selama ini sudah baik, tentu kedepannya perlu ditingkatkan lagi kinerjanya.

“Kegiatan ini agenda tahunan untuk membahas dan mengevaluasi kinerja organisasi kita,” katanya.

Wakil Bupati BU Arie Septia Adinata SE MAP, saat menyampaikan, dirinya berharap dalam momentun pada kegiatan ini PGRI Kabupaten BU, dapat lebih baik lagi kedepannya, serta dapat berkolaborasi dan bersinergi ke Pemerintah Kabupaten BU, dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten BU.

“Dimomentum kali ini, saya berharap PGRI Kabupaten BU, dapat lebih meningkatkan sinergitas dan kolaborasi kepada pemerintah daerah, agar dapat memajukan dunia pendidikan terkhususnya di Kabupaten agar lebih baik lagi,” harapnya.

Ketika diisinggung terkait dengan permasalahan guru yang dihadapi saat masa pandemi, seperti kesejahteraan guru dalam hal ini sertifikasi guru yang sering molor serta para honor guru. Wabup pun menuturkan, pemerintah daerah akan tetap terus dan berupaya agar permasalahan yang dihadapi para guru dapat terselesaikan dengan baik. Bila jalinan komunikasi dan sinergitas berjalan dengan baik maka permsalahan ini dpaat terselesaikan dengan baik.

“Kita menyadari selama pandemi dalam 2 tahun berjalan ini memang sangat besar dampaknya dengan adanya refocussing anggaran. Kendati demikian kita selaku pemerintah daerah akan tetap terus dan berupaya agar permaslahan-permsalahan yang dihadapi para guru dapat terselesaikan dengan baik,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PGRI Provinsi Bengkulu Dr Haryadi SPd MM MSi mengakui Kabupaten BU, salah satu pemerintah daerah yang memang hubungan dengan organisasi PGRI berjalan baik. Terkait dengan permasalahan guru seperti keterlamabatan pembayaran seetifikasi guru dan honor para guru honorer untuk ditahun ini bisa dikatakan sudah dibayarkan semua. Hal ini dikarenakan adanya sinergitas dan kolaborasi antara PGRI dan Pemerintah daerah yang berjalan dengan baik.

“Memang pada 2020 lalu ada sekdkit keterlambatan, akan tetapi untuk tahun ini baik sertfikasi guru dan honor guru Kabuoaten BU salah satunya tidak ada hutang terkait hal tersebut. Ini berarti jalinan komunikasi natara pemerintah daerah dan organisasi PGRI disini berjalan dengan baik,” pungkasnya. (127)