Wabup BU Komitmen Turunkan Angka Stunting

APRIZAL/BE
Pelaksanaan kegiatan rembuk stunting secara virtual di ruang rapat Dinkes BU, Kamis (10/6)

ARGA MAKMUR, BE – Dalam upaya menurunkan angka stunting. Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara (BU), kembali menggelar rembuk stunting untuk aksi ke-3 . Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (10/6), di ruang rapat kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) BU. Berlangsung secara virtual bersama Asisten Deputi Pernanggulangan Kemiskinan Sekretariat Wakil Presiden RI.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati BU Arie Septia Adinata SE MAP, serta Kepala Dinkes BU Syamsul Maarief SKM MKes, dan instansi terkiat lainnya.

Ditemui usai kegiatan tersebut, Wakil Bupati BU Arie Septia Adinata SE MAP megatakan, dengan adanya rembuk stunting kali ke-3 ini. Pemda BU berkomitmen berupaya menurunkan angka stunting. Komitmen tersebit terbukti dari 2015 hingga 2020, Pemkab BU berhasil menurunkan angka stunting sebesar 8.93 persen.

“Ya, tentu dengan kembalinya diadakan rembuk stunting ini, kita selaku pemerintah terus berkomitmen berupaya menurunkan angka stunting. Sejauh ini penurunan angka stunting di Kabupaten BU, telah mencapai 8,93 persen,” katanya.

kendati sudah masuk dalam kategori sukses dalam capaian penurunkan angka stunting, namun Pemda BU tetap terus berupaya mempertahankan hal tersebut agar Kabupaten BU benar-benae bebas dari stunting. Hal tersebut terbukti saat ini Pemerintah Kabupaten BU, pada 2021, telah melakukan pengukuran kepada 22,687 balita dari target 23,687 balita yang menjadi sasaran dalam program penurunan angka stunting.

“Kendati capaian kita masuk dalam kategori sukses. Kita tidak boleh lengah atas capaian yang telah kita raih selama ini, komitmen kita tetap yaitu Kabupaten BU bebas dari stunting,” terangnya.

Terkait hal tersebut, Arie juga menegaskan, di setiap desa harus menganggarkan dana desa sebesar 8 persen untuk penanganan stunting dimasing masing desa. Semua ini harus dilakukan agar capaian selama ini dapat dipertahankan. Maka dari itu, dirinya berharap sinergitas kolaborasi antara tim work pemerintah kabupaten hingga desa dan masyarakat harus terjalin dengan baik.

“Ini bukan kerja pihak pemerintah kabupaten saja, akan tetapi pemerintah desa juga ikut berperan, semoga dengan adanya sinergitas kolaborasi antara tim work pemerintah kabupaten hingga desa dan masyarakat penanganan stunting dapat dipertahankan,” tandasnya. (127)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*