Wabah Covid-19, Omset PKL di Kawasan Unib Belakang Alami Penurunan

 

ANGGI/BE – Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kawasan Unib Belakang

BENGKULU, bengkuluekspress.com –  Wabah Covid-19 yang tengah melanda berimbas pada banyak sektor, tak terkecuali para pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Kawasan Unib Belakang, Kota Bengkulu,  yang mengalami penurunan omset.

Jo (28), PKL yang berjualan di kawasan Unib belakang, sudah empat tahun berjualan pentol bakso ini mengakui, omset penjualannya mengalami penurunan sebesar 50% akibat wabah Covi-19.

ANGGI/BE – Jo (28) Penjual Pentol Bakso di Kawasan Unib Belakang

“Omset penjualan saya dalam sehari sebelum pandemi sekitar Rp 400 ribu, pada awal-awal masa pandemi penjualan saya pernah turun hingga 50% dan untuk masa new setelah lebaran penjualan saya mulai mengalami kenaikan,” ujar pria yang tinggal di Rawa Makmur ini, Jumat (27/11).

Diakuinya, omset penjualannya menurun di akibatkan belum normalnya proses pembelajaran mahasiswa Universitas Bengkulu. Penurunan omset penjualan dirasakannya mulai dari bulan Maret 2020, yang disebabkan oleh sebagian besar pelanggannya yaitu mahasiswa pulang ke daerahnya masing-masing.

Ia juga  berharap semoga kedepannya wabah Covid-19 cepat berlalu agar semua aktivitas kembali normal dan penjualan mengalami kenaikan seperti masa sebelum wabah Covid-19 melanda.

ANGGI/BE – Aswandi Penjual Es Oyen di Kawasan Unib Belakang

Hal yang serupa juga di alami Aswandi (60), pria yang berjualan es oyen ini juga mengalami penurunan yang cukup signifikan. Penurunan omset yang dialami olehnya pernah mencapai sekitar 60%. “Biasanya omset saya sebelum masa pandemi Covid-19 itu mencapai Rp 400 ribu dalam sehari, tetapi sekarang omset penjualan saya hanya mencapi Rp 150 ribu,” ujar Aswandi.

Pada awal-awal wabah Covid-19 situasi yang cukup berat dialami oleh Aswandi, bahkan ia pernah berhenti berjualan selama kurang lebih 2 bulan akibat dari wabah Covid-19. Hal itu dilakukannya karena sepinya penjualan.

Aswandi mengaku berjualan pada saat wabah Covid-19 ini harus dilakukannya untuk memenuhi keperluan sehari-hari, karena tidak mau merepotkan anak-anaknya yang semuanya sudah berkeluarga.

“Harapannya semoga wabah Covid-19 cepat berlalu agar semuanya kembali normal seperti biasanya sehingga penjualan saya kembali seperti biasanya,” tutupnya.(mg2)