Voli, Putri Pertamina Incar Sabina

075850_890649_Sabina
JAKARTA – Sabina Altynbekova sedang ngetop. Pebola voli asal Kazakhstan itu menyihir dunia dengan kecantikannya. Indonesia juga terkena imbasnya. Klub voli Indonesia di Proliga, Jakarta Pertamina Energi, pun membidiknya untuk musim depan.
Proliga 2015 memang masih lama. Yakni, pada Februari tahun depan. Batas pendaftaran atlet juga belum dipatok PP PBVSI. Tetapi, juara bertahan Proliga sektor putri tersebut sudah menyiapkan diri dalam memburu legiun-legiun asingnya.
Sebab, target mereka memang mempertahankan gelar. Sabina sejatinya tidak masuk dalam daftar buruan utama, tetapi daftar alternatif.
’’Hingga sekarang kami masih menanti sinyal dari atlet Thailand. Kalau memang kelamaan, opsi memburu Sabina ini bisa kami ambil selama dia belum diambil klub lain,’’ ujar Widi Triyoso, manajer tim Pertamina putri kepada Jawa Pos.
Pemain asal Thailand yang dimaksud adalah Malika Kanthong dan Tapaphaipun Chaisri. Dua pemain yang membawa timnas Thailand menjadi kampiun di kejuaraan Asia tahun lalu itu dapat menjadi kekuatan utama Pertamina. Sayangnya, dua pemain tersebut masih terikat kontrak dengan masing-masing klub.
Malika berada di Nakhonnon VC, sedangkan Tapaphaipun di Sissaket. Menurut dia, dua pemain asing buruannya itu juga terikat kontrak dengan klub-klub di luar Thailand.
’’Untuk itu, kami baru mendapatkan jawaban dari mereka sekitar September atau Oktober. Waktu untuk Proliga memang masih lumayan lama, tetapi lebih cepat kan lebih bagus juga,’’ jelas pria asli Jogjakarta tersebut.
Sementara itu, dia mengaku belum melihat permainan pemain yang baru saja membela negaranya di ajang Asian Women Volleyball U-19 di Taiphei, Taiwan, sepekan lalu tersebut. Namun, popularitas si pemain buruan itu diharapkan juga menjadi pendongkrak nama Pertamina. Baik di dalam arena maupun di luar arena.
Dari sisi performa, pukulan spike tangan kanan pemain yang masih berusia 18 tahun itu sudah lumayan. Namun, kemampuan tersebut baru sebatas pengamatan via video penampilannya di Taiwan lalu. Karena itu, dia berusaha mencari sebanyak-banyaknya informasi tentang Sabina. Terutama ketika bermain untuk klubnya, Taiwan Power Company, atau Taipower.
’’Kami juga ingin mencari pemain yang bisa menguntungkan di dalam lapangan dan bisa memenangkan tim,’’ imbuhnya.
Di sisi lain, pihak Proliga juga telah menangkap sisi lain yang bisa dikejar jika ada klub kontestannya pada musim depan yang mampu menghadirkan sosok pemain bertinggi 182 cm tersebut.
Selain promosi klub itu sendiri, nama kompetisi Proliga dapat terangkat. ’’Namun, kami mengaku bahwa secara prestasi Kazakhstan tidak termasuk yang terbaik di Asia. Kami tidak sampai meminta klub (merekrut Sabina, Red), tetapi hanya memberikan saran saja,’’ tutur Direktur Proliga Hanny Surkatty. (jpnn)