Voli Pantai Pilih Desentralisasi

JAKARTA – Voli pantai termasuk cabang olahraga (cabor) yang dilombakan di Asian Games XVII Korsel tahun ini. Terakhir mendapat medali perunggu di Asian Games XV Qatar tahun 2006 lalu, voli pantai mengincar medali di Incheon KOrsel ini.

Persiapan voli pantai sendiri sudah berlangsung tahun lalu. Meski tak dilombakan di SEA Games XXVII Myanmar tahun lalu, namun voli pantai tetap menggelar pelatnas. Sebab mereka turun di beberapa kejuaraan Asia Pasifik.

Koordinator bidang volipantai PP PBVSI Slamet Muljanto menyebutkan program untuk Asian Games tahun ini menunggu SK dari Satlak Prima. Kalau mendapat kuota, voli pantai Indonesia berencana mengirimkan dua pasangan.

“Kalau berkaca pencapaian Asian Games yang sudah-sudah, kita memang kuat di sektor putra. Jadi akan kita turunkan yang putra saja. Untuk yang putri, harus jujur kalau kans kita berat,” papar Slamet.

Hingga kemarin (1/1) pasangan Koko Prasetyo/Ade Chandra masih menjadi pilihan terbaik. Satu nama pasangan lain akan diajukan jika SK dari Satlak Prima atau Kemenpora soal atlet Asian Games sudah ada.

Beberapa nama mengantri untuk menjadi Indonesia 2 di Asian Games mendatang. Ada Fahriansyah, Ahmad Bastomi, Rendy Sugiarto, atau M.Asfiya. dua nama terkahir adalah andalan utama Indonesia di sektor junior.

Voli pantai Merah Putih juga memilih program desentralisasi untuk rangkaian pelatnasnya. Alasannya pun tak jauh-jauh dari dana. Maklum dana dari pusat memang tak selalu lebih baik dari anggaran puslatda.

“Jadi dana puslatda, program nasional. Mungkin akan dimulai bulan Februarin mendatang untuk pelatnasnya. Yang putra akan digelar di Sidoarjo Jatim,” ucap Slamet.

Di sisi lain, voli pantai putri tak berarti mandeg untuk bertanding tahun ini. Sebab voli pantai putra-putri akan terjun di Asian Beach Games IV Phuket Thailand. Untuk pelatnas putri voli pantai latihan dilakukan di Lombok, NTB. (dra)