Vaksinasi Merdeka Targetkan 10 Ribu Dosis

RIO/BE
VAKSINASI MERDEKA: Kapolda Bengkulu Irjen Pol Guntur Setyanto meninjau pelaksanaan vaksinasi covid-19 gratis serta memberikan sembako kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 di Mako Ditpolairud Polda Bengkulu dalam kegiatan Serbuan Vaksinasi Merdeka yang diselenggarakan Polda Bengkulu dan jajaran, Sabtu (7/8).

BENGKULU, BE – Kepolisian Daerah Bengkulu dan seluruh Polres jajaran melakukan kegiatan vaksinasi merdeka dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 76, Sabtu (7/8).
Polda Bengkulu bersama Korem 041/Gamas dan Pemerintah Provinsi Bengkulu mentargetkan 10 ribu vaksin untuk Provinsi Bengkulu.

Pelaksaan vaksininasi untuk Polda Bengkulu ini dilakukan di Biddokes Polda Bengkulu, Rumah Sakit Bhayangkara, Klinik Bhayangkara Media 4 Satbrimob Polda Bengkulu dan Mako Dit Polair Polda Bengkulu. Untuk menghindari kerumunan, masing-masing lokasi tersebut dibatasi hanya 300 pendaftar. Lokasi vaksinasi tersebut dipantau langsung oleh Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Drs Guntur Setyanto MSi bersama pejabat utama Polda Bengkulu, kemarin.

“Targetnya 10 ribu vaksin, kami dari Polda, TNI dan Dinas Kesehatan. Untuk Polda Bengkulu ada empat lokasi ditambah masing-masing Polres juga melaksanakan vaksinasi merdeka,” jelas Kapolda disela-sela kegiatan.

Selain melakukan vaksinasi, masyarakat yang datang juga diberikan bantuan sembako serta bendera. Masyarakat yang terdampak covid dan membutuhkan bantuan diberikan bantuan sembako seperti beras, minyak goreng dan telur.

Sebagai bentuk nasionalisme dan menghormati jasa pahlawan memperjuangkan kemerdekaan, masyarakat juga diberikan bendera merah putih. Setelah sampai di rumah, mereka diarahkan untuk memasang bendera merah putih di depan rumah mereka.

“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat karena kesadaran diri datang melakukan vaksinasi merdeka. Pembagian sembako dibagikan secara simultan kepada masyarakat, tadi juga dibagikan bendera untuk memberikan semangat dan mengingatkan kembali rasa nasionalisme,” imbuh Kapolda.

Masyarakat yang tinggal di sekitar Mako Dit Polair Polda Bengkulu diminta tidak menunda kesempatan mengikuti vaksinasi merdeka tersebut. Kebanyakan masyarakat melakukan vaksin adalah yang belum menerima vaksin tahap ke-dua. Banyak juga masyarakat yang datang untuk melakukan vaksin tahap pertama. Umumnya masyarakat yang datang vaksin lantaran mendapatkan informasi dari mulut ke mulut terkait manfaat menerima vaksinasi covid-19.
Terlebih lagi kasus covid-19 di Provinsi Bengkulu belum ada tanda-tanda menurun.

“Saya sudah vaksin tahap pertama di Medika, karena kemarin badan kurang sehat jadi langsung datang kesini setelah dapat informasi dari teman. Tinggal menunggu kartu vaksin, karena belum keluar,” jelas salah satu warga, Daryanti.

Tidak hanya dewasa, anak-anak juga mengikuti vaksin covid-19 di Mako Dit Polair Polda Bengkulu tersebut.
Dari 300 pendaftar, puluhan anak-anak umur 13 sampai 15 tahun mendaftar untuk menerima vaksin. Rata-rata mereka disuruh oleh orang tuanya untuk melakukan vaksin agar imunitas tubuh meningkat mencegah paparan covid-19.
Seperti halnya Trios (13) pelajar SMP yang tinggal di Padang Serai tersebut mengaku tidak takut jika hanya disuntik.
Trios disuruh orang tua dan mendapatkan nasihat manfaat setelah menerima vaksin. Jika sudah menerima vaksin dan selanjutnya menerapkan prokes sebagai antisipasi jika kedepannya sekolah menerapkan tatap muka.
“Disuruh sama orang tua tadi bang, kalau cuma disuntik idak takut aku,” pungkasnya.

Kejar Target 70 Persen

Untuk mengejar target capaian vaksinasi di Kota Bengkulu yang mana sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat yakni 70 persen, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu meminta kepada Kementerian Kesehatan RI untuk menambahkan jumlah vaksin untuk Kota Bengkulu.

Sebab, berdasarkan data dari UPTD Farmasi, Kota Bengkulu menerima sebanyak 200 vial vaksin yang cukup untuk vaksinasi 2000 orang. Ketersedian ini masih dibilang kurang, karena digunakan untuk memenuhi serbuan vaksin yang dilakukan TNI dan Polri. Sementara untuk Puskesmas belum ada pendistibusiannya.

“Kita menyadari kekurangan ini dan menyadari kondisi pemerintah pusat, tetapi kita juga butuh perhatian, karena di kota ini banyak yang terpapar. Maka dari itu, kita ingin ada penambahan vaksin, karena saat ini masyarakat kian sadar akan kebutuhan vaksinasi,” tutur Wakil Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, kemarin (7/8).

Ia berharap, setelah meminta langsung ke Kemenkes RI ini, apa yang diinginkan dan diminta oleh Pemkot Bengkulu bisa terealisasikan, karena Kota Bengkulu kasus penyebaran Covid-19 masih sangat tinggi dan masuk PPKM level 4.

“Ini akan terus kita upayakan, agar proses vaksinasi di Kota Bengkulu ini bisa lebih maksimal jika vial vaksin bisa ditambah,” jelasnya.

Wawali juga sudah meminta kepada Dinkes Kota Bengkulu untuk terus mengawal hal ini, agar jika ada pendistribusian vaksin bisa memastikan jumalh stok vaksin yang diterima naik atau sama lagi nantinya.

“Saya juga bersama pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kota sudah melakukan peninjauan stok vial vaksin di UPTD Farmasi. Hal ini guna memastikan stok vaksin saat serbuan vaksinasi beberapa hari ke depan ini,” tutupnya. (529/167)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*