Usut Tuntas Laporan DD, Warga Datangi Kejari Kaur

DATANGI: Warga Desa Tanjung Aur Kecamatan Maje Kabupaten Kaur saat mendatangi Kejari Kaur yang mempertanyakan laporan DD, Senin (5/7)

BINTUHAN, bengkuluekspress.com – Sedikitnya lima warga Desa Tanjung Aur Kecamatan Maje Kabupaten Kaur mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kaur, Senin (5/7). Kedatangan warga ini mempertanyakan tindak lanjut dari laporan yang sudah disampaikannya beberapa waktu yang lalu ke Kejari Kaur.

“Di sini hanya minta penjelasan mengenai laporan yang kami sampaikan sudah sebatas mana dan kami juga membawa warga yang tak mendapat BLT tapi namanya masuk,” kata Dedi Suryadi anggota BPD Desa Tanjung Aur Kecamatan Maje saat ditemui di Kejari Kaur Senin (5/7).

Sebelumnya ia bersama dengan Sekretaris BPD M Ali Imron nekat melaporkan kades mereka sendiri yakni Sugiono ke Kejari Kaur. Hal ini lantaran mereka menuding dalam penyaluran BLT-DD tahun 2020 terindikasi digelapkan oleh oknum yang tak bertanggung jawab. BPD menemukan ada indikasi 27 penerima BLT-DD Fiktif di desanya sehingga desa dirugikan puluhan juta rupiah.

“Nah kami ingin mempertanyakan pemeriksaannya sebatas mana tadi kita sudah ketemu dengan kasi intel Kejari Kaur langsung memaparkan pemeriksaan yang dilakukan pihak kejari kami cukup puas dengan jawaban yang kami dapatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kajari Kaur Nurhadi Puspandoyo SH MH melalui Kasi Intel M Gufron SH MH mengaku sudah menerima kedatangan pelapor. Menurutnya saat ini penyidik terus melakukan pemeriksaan. Belum lama ini sudah memanggil kades di desa tersebut dan hasilnya mereka menjadwalkan akan membawa dokumen dokumen pendukung laporan penyaluran BLT DD.

“Perangkat desa mengaku ada yang memang belum disalurkan, mereka punya alasan. Makanya kita minta kehadirannya terlebih dahulu dan meminta laporan mana yang sudah disalurkan dan mana yang tidak disalurkan,” ujarnya.

Sebagaimana dilaporkan oleh BPD pihaknya menemukan sekitar 27 penerima BLT DD yang difiktifkan dengan modus diduga kuat membuat dokumen palsu.pihaknya mengaku setelah di telusuri ternyata penerimanya tidak ada di Tanjung Aur yang bersangkutan sudah pindah ke lampung dan sudah dihubungi mengaku belum pernah penerima BLT DD.

Bahkan ada empat warga yang meninggal dunia namun masih masuk dalam penerima BLT. Ada tiga dugaan yang disampaikan selain BLT DD juga penggantian bidan dan penyalahgunaan wewenang dan jabatan. Tahun 2020 ada 117 KK yang mendapat BLT DD setiap KK dikali Rp 2,7 juta selama tahun 2020. (618)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*