Usut Kematian Mahasiswa IAIN Bengkulu, Polda Periksa Kades Rindu Hati 

FOTO IMAN/BE – Kades Rindu Hati, Sutan Mukhlis seusai diperiksa sebagai saksi di Ditreskrimum Polda Bengkulu, Selasa (12/11/19).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Tim penyidik Direktorat Reskrimum Polda Bengkulu, Selasa siang (12/11/19) melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Desa Rindu Hati, Sutan Mukhlis untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait meninggalnya mahasiswa IAIN Bengkulu, Nurul Hidayat. Korban meninggal saat mengikuti Diksar Mapala di Desa Rindu Hati, Kecamatan Taba Penanjung, Bengkulu Tengah.

Sutan Mukhlis mengatakan, dirinya diperiksa sebagai saksi dan dimintai keterangan terkait izin pelaksanaan kegiatan diksar tersebut yang berada di desanya. Pada saat itu sebelum kegiatan pihaknya sudah menyetujui perihal izin dengan syarat kalau surat tersebut sudah ditandatangani pihak dekan atau rektor di universitas tersebut.

“Ya pada saat itu kami memang memberi izin karena syaratnya sudah ada. Setelah kita beri izin selanjutnya mereka meminta izin ke Poksek Taba Penanjung karena pihak polsek yang akan menilainya,” ujar Sutan seusai diperiksa penyidik.

Mengenai penyebab meninggalnya mahasiswa IAIN itu, Mukhlis tak mengetahui secara pasti karena lokasinya berjarak sekitar 5 kilometer dari pemukiman warga. Namun berdasarkan informasi yang diterima, korban sempat pingsan pada Selasa sore akibat kelelahan. Korban sempat dibawa ke desa pada sekitar jam 02.00 dini hari dan langsung dilarikan ke rumah sakit sebelum dikabarkan meninggal dunia.

Lokasi tersebut sejatinya memang kerap dijadikan tempat para mahasiswa di Bengkulu untuk melakukan kegiatan pendidikan dasar memasuki suatu organisasi kampus. Terkait peristiwa tersebut, Mukhlis tak akan menutup tempat tersebut untuk menggelar kegiatan semacam itu selama masih sesuai dengan standar operasional prosedur.(Imn)