Usung Kanedi-Dani, PKS Terbelah

BENGKULU, BE – Peta politik Kota Bengkulu semakin dinamis. Informasi teranyar kandidat incumbent H Ahmad Kanedi SH MH akan mengandeng kader PKS H Dani Hamdani MPd. Bersatunya kedua tokoh tersebut cukup mengejutkan. Sebab, hubungan keduanya sempat renggang dan mengalami kebuntuan komunikasi politik. Terlebih lagi, incumbent santer menguat akan berpasangan dengan anggota DPRD Provinsi Suharto SE MBA. Praktis, pasangan ini sudah cukup memiliki tiket untuk maju di kontestasi Pilwakot. Gabungan Hanura dan PKS saja sudah mengantongi 6 kursi. Jumlah itu belum termasuk parpol lain yang tengah dijajaki untuk berkoalisi.Dari informasi yang berhasil dihimpun koran ini keputusan berpasangan dengan incumbent diputuskan kalangan petinggi PKS tingkat provinsi Kamis malam (17/5). Soalnya, komunikasi dengan Balai Kota selama ini memang intensif dilakukan pengurus PKS tingkat provinsi. Keputusan tersebut ditindaklanjuti dengan pertemuan dengan pihak incumbent sore kemarin (18/5) sebagai wujud kesepakatan berpasangan. Namun keputusan tersebut nyatanya tak mendapat suara bulat dan memperdalam friksi di internal PKS. Jajaran pengurus PKS tingkat Kota Bengkulu informasinya tak setuju dan ingin keputusan tersebut dibatalkan. Mereka tetap ngotot agar Dani Hamdani tetap diusung untuk posisi calon walikota. Kekecewaan memuncak keputusan bergandengan dengan incumbent jajaran pengurus PKS tingkat kota tak ikut diajak bicara. Padahal, mereka telah merancang Dani Hamdani berpasangan dengan Sudirman Saleh, politisi asal PKPI. Diperparah pentolan PKS Sahfan B Sampurno yang juga anggota DPR asal Bengkulu tak diberitahukan perihal keputusan tersebut. Kekecewaan Sahfan itu terlihat dari SMS dikirimnya ke sejumlah kader dan simpatisan PKS. Isinya,”Ass. Trimakasih atas simpatinya. Sampai dg saat ini saya belum pernah mengetahui ada keputusan yg final ttg Pilwakot Bengkulu. Dan saya juga yang akan sangat kecewa kalau Pak Dani tidak maju no 1.”Dikonfirmasi, dewan pembina PKS Sahfan B Sampurno mengatakan belum mengetahui adanya keputusan H Ahmad Kanedi berpasangan dengan H Dani Hamdani. Namun ia mengakui bahwa PKS memang menjalin komunikasi dengan incumbent dan beberapa bakal calon lainnya. “Hingga saat ini belum ada yang final dan belum mengerucut, semuanya masih sebatas komunikasi,” tepisnya.Senada disampaikan Ketua DPD PKS Kota Bengkulu, Alamsyah SPd. Ia mengatakan sejauh ini belum ada kejelasan mengenai calon yang diusung PKS, karena masih dalam proses pembahasan di tingkat DPW. “Kami memang menjalin komunikasi dengan incumbent, namun hasil belum jelas dan masih dibahas,” katanya. Ia menjelaskan, selain menjalin komunikasi dengan incumbent, PKS juga melakukan komunikasi dengan parpol lainnya, seperti Hanura, PKPI, namun lagi-lagi belum ada kejelasan. “Semua nama-nama yang kami lakukan komunikasi sudah kami serahkan kepada DPW dan ditargetkan final 1 minggu sebelum pendaftaran melalui parpol dibuka KPU,” tambahnya.

Manut PKS

Sementara itu, kader PKS H Dani Hamdani saat dihubungi tadi malam mengaku menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada tim pengurus PKS. “Saya serahkan sepenuhnya kepada tim, mana yang terbaik untuk kota Bengkulu,” ucapnya. Namun ia enggan berkomentar saat ditanya kesiapannya menjadi calon nomor 2 mendampingi incumbent H Ahmad Kanedi. “Saya belum bisa berkomentar banyak, karena saya belum mengetahui bagaimana informasi terbaru yang diambil teman-teman dari PKS,” ujarnya Ketua Yayasan Al-fida’ ini.

Sudirman Kecewa

Di bagian lain, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Provinsi PKPI Provinsi Bengkulu Ir H Sudirman Saleh MM mengaku kecewa dengan adanya kabar yang diberikan DPW PKS bahwa PKS telah final mengusung H Ahmad Kanedi SH MH berpasangan dengan H Dani Hamdani MPd. Selama ini PKS menggadang-gadangkan mengusung Dani Hamdani dengan dirinya dalam Pilwakot mendatang. “Sekitar pukul 17.00 WIB tadi sore (kemarin, red) saya mendapat telepon dari pengurus DPW PKS mengatakan telah final mengusung incumbent Ahmad Kanedi dan Dani Hamdani.Padahal selama ini PKS yang berjanji mengusung saya sebagai pendamping Dani. Belum lagi persiapan tersebut selesai, sudah dikabarkan mendukung calon lain,” ungkapnya. Namun, lanjutnya, kekecewaannya sedikit terobati sekitar pukul 20.00 WIB malam tadi Ketua DPD PKS dan salah seorang wakil ketua DPW PKS mengabarkan bahwa informasi final mendukung incumbent tersebut tidak lah benar. DPD PKS tetap menginginkan Dani Hamdani sebagai nomor 1. Selain itu, DPD juga belum melihat keputusan final dari DPP. “Saya tidak tahu mana yang benar, namun jika PKS betul-betul mengusung incumbent berarti PKS tidak komitmen dengan janjinya sendiri, dan merubah slogan PKS dari partai amanah menjadi tidak amanah,” sampainya.
Sudirman juga mengakui bahwa 2 hari lalu, Ahmad Kanedi memang pernah mendatangi DPW PKS, pada saat tersebut Kanedi menyampaikan telah mengantongi 3 kursi, yakni Hanura 2 kursi dan PKPI 1 kursi. “Pada saat itu Bang Ken juga mengklaim bahwa telah mendapat dukungan dari PKPI, padahal belum ada keputusan resmi dari DPP PKPI, dan semuanya masih dalam proses,” bebernya. (400)