Usulkan Tes CPNS, Pemkot Data ASN Pensiun

–Foto Dedy Wahyudi–

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Kota Bengkulu, saat ini sedang mendata jumlah ASN yang sudah masuk masa pensiun. Hal ini untuk menentukan berapa jumlah formasi yang akan diusulkan untuk seleksi CPNS 2020 mendatang.

“Saat ini ASN kita banyak, tetapi mendekati masa pensiun. Jadi produktifitasnya tidak maksimal lagi. Sementara yang muda-muda sudah tergerus habis. Maka dari itu sedang kita hitung berapa rasionya,” kata Wakil Walikota, Dedy Wahyudi SE MM saat diwawancarai BE kemarin (22/9).

Menurutnya, Kota Bengkulu memiliki peluang digelar seleksi CPNS tahun 2020 mendatang. Sehingga perlu dilakukan berbagai persiapan, Pemkot mencoba mengusulkan kembali formasi namun dengan jumlah yang disesuaikan saat ini. “Kalau nanti banyak yang pensiun insyallah kita akan terima CPNS,” tukasnya.

Setelah mengetahui berapa jumlah pensiun, pihaknya akan mengusulkan anggaran di dalam APBD 2020 yang sebentar lagi akan dibahas oleh DPRD Kota Bengkulu. “Sebelum dianggarkan kita kaji dulu,” ucap Dedy.



Sedangkan, untuk seleksi P3K Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), pemkot tidak akan membuka lowongan itu pada 2020. Karena, sistem retruitment P3K tersebut dibebankam sepenuhnya melalui APBD setiap daerah. Hal ini tentu tidak disanggupi pemkot, karena keterbatasan APBD, sehingga hanya fokus untuk mengambil peluang CPNS saja. “Kalau misalkan P3K diangkat, kemudian pusat menambah anggaran, mungkin gak masalah. Kalau sebaliknya kasihan APBD kita, apalagi kita masih fokus infrastruktur,” jelasnya.

Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Bengkulu Marjon MPd mengatakan, pendataan ini masih dilakukan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan pelatihan (BKPP) kota. Kemungkinan akan terjadi penambahan pada bidang teknis, sebab banyak yang sudah pensiun. “Kita sedang mengkaji itu, menyesuaikan kembali berapa kekurangan tenaga teknis, guru, dan kesehatan. Baru setelah itu kita buat draftnya dan diusulkan,” imbuh Marjon. (805)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*