Usulkan Kuota Kartu Prakerja

Foto : IST

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu menyabut baik rencana pemerintah pusat untuk meluncurkan kartu prakerja pada awal tahun 2020 mendatang. Bahkan, pemprov akan mengusulkan kuota jumlah penggangguran di Provinsi Bengkulu, sesuai by name by addres. Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah mengatakan, kartu prakerja ini tidak lain sebagai upaya peningkatan kualitas SDM. “Nanti kita akan mendapatkan kuota kartu prakerja,” terang Rohidin kepada BE, kemarin (28/11).

Menurut Rohidin, kartu prakerja itu saat ini secara aturan dan teknis pelaksanaanya masih digodok oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Termasuk berapa alokasinya kartu prakerja untuk Bengkulu, juga masih menunggu. “Jadi sekarang kita masih tunggu,” tambahnya. Dalam rencana program kartu pekerja itu, nantinya para pengangguran akan mendapat pelatihan dan gaji dari pemerintah antara Rp 300-500 ribu per bulan selama 3 bulan. Kartu pra-kerja ini membidik tiga kalangan yakni para pencari kerja.

Meliputi pekerja, dan korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Nantinya, pemerintah akan memberikan pelatihan tiga bulan kepada pemegang kartu pra kerja sesuai dengan kriterianya masing-masing. Bahkan keseriusan pemerintah pusat itu dengan menganggarkan dana sebesar Rp 10 triliun dalam RAPBN 2020, dalam mendukung program Kartu Pra Kerja. “Kartu pra kerja itu nantinya seperti BPJS,” tambah Rohidin.

Ketika program ini diluncurkan, maka kualitas SDM di Bengkulu akan semakin meningkat. Sebab, para pengangguran itu akan dilatih dan dibina selama belum mendapatkan pekerjaan. Ketika telah mendapatakan pekerjaan, maka SDM itu sudah siap masuk dunia kerja, tentunya secara keahlian telah terlatih. “Kita terus berupaya, agar bisa melakukan peningkatan kualitas SDM. Segingga SDM kita siap masuk dunia kerja,” tegasnya.

Walapun saat ini, menurut Rohidin, melalui programnya dirinya telah membuat berbagai program pelatihan. Seperti magang ke Jepang dan German. Kemudian ada juga pelatihan kepada anak-anak yang lulus SMA sederajat untuk dilatih di Badan Latihan Kerja (BLK) yang ada di Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi.

“Ada 18 jenis program pelatihaan yang sudah kita siapkan. Tentunya untuk mendorong, agar SDM kita benar-benar SDM unggul,” ungkap Rohidin.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Provinsi Bengkulu, Ir Sudoto mengatakan, semua tahapan akan diikuti. Termasuk mengusulkan jumlah pengangguran di Provinsi Bengkulu yang tercatat. “Ini program secara nasional. Regulasinya masih digodok, tapi tetap kita ikuti tahapannya,” ujar Sudoto.

Untuk angka pengangguran di Provinsi Bengkulu yang terdata sampai September lalu mencapai 23.525 orang. Angka pengangguran itu dilihat dari jumlah masyarakat yang mengurus kartu kuning. Dari jumlah penggangguran itu masih mendominasi dengan tingkat pendidikan lulus S1 sebanyak 3.472. Lalu kedua SMA sederajat sebanyak 3.201 orang dan ketiga terbanyak lulusan DIII sebanyak 1.650. “Kalau dibanding tahun-tahun sebelumnya, angka pengangguran kita sudah rendah. Tapi permasalahan sekarang adalah kualitas. Ini yang kita coba perbaiki, dengan berbagai program yang kita siapkan,” tuturnya.

Dengan adanya program kertua pra kerja itu maka akan menjadi dorongan, SDM di Bengkulu menjadi lebih unggul. Tentunya, siap untuk masuk kedunia kerja. “Dampaknya tentu angka kemiskinan akan berkurang secara drastis. Karena tidak ada lagi pengangguran dan bekerja lebih mendapatkan penghasilan besar, karena kualitas kerja yang baik,” pungkas Sudoto. (151)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*