Usulan Didominasi Infrastruktur

Musrenbang di Batiknau

Wabup BU, Arie Septia Adinata SE, Camat Batiknau, Suryadi SSTP, Anggota DPRD BU, Buyung Satria SH, Kabid Bina Program Bappeda BU, Masrup dan unsur Tripika Kecamatan Batik Nau saat menghadiri Musrenbang RKPD di Kecamatan Batiknau, kemarin (22/1).
Wabup Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata SE, Camat Batiknau, Suryadi SSTP, Anggota DPRD Bengkulu Uutara, Buyung Satria SH, Kabid Bina Program Bappeda Bengkulu Utara, Masrup dan unsur Tripika Kecamatan Batik Nau saat menghadiri Musrenbang RKPD di Kecamatan Batiknau, kemarin (22/1).

BATIKNAU, Bengkulu Ekspress– Wakil Bupati (Wabup) Bengkulu Utara (BU), Arie Septia Adinata SE menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPP) di Kecamatan Batiknau, kemarin (22/1).

Dalam Musrenbang itu, usulan warga masih terfokus pada pembangunan infrastruktur, baik jalan maupun jembatan serta perumahan nelayan.

‘’Usulan ini akan kita bawa ke tingkat kabupaten. sedangkan realisasinya sesuai kekuatan APBD 2019 mendatang,’’ ujar Wabup usai Musrenbang.Adapun pembangunan infrastruktur yang diusulkan yakni operasional dan pemeliharan jaringan irigasi DI Air Batiknau di Desa Suban Jaya, peningkatan jalan lingkungan Ulak Tanding Manganyau Timur 1 paket, jalan lingkungan Batiknau 1 paket. Kemudian, hotmix jalan Selolong Baru menuju Paninjau sepanjang 3 Km dan bantuan perumahan nelayan sebanyak 57 unit.

‘’Pekerjaan kita ke depan memang tidak ringan. Namun, kita selalu berupaya mewujudkan pemerintahan yang adil untuk kesejahteraan rakyat secara bersama-sama,’’ ungkapnya.
Wabup menyampaikan, Musrembang RKPD ini bertujuan untuk penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan usulan rencana kegiatan. Mulai dari tingkat pembangunan desa/kelurahan yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan daerah di wilayah kecamatan.

‘’Usulan itu akan dibahas kembali di tingkat kabupaten. Karena, kita inginkan pembangunan yang berkelanjutan agar apa yang dikerjakan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,’’ terang Arie.
Wabup juga menekankan, pengelolaan Dana Desa (DD) dapat dilakukan dengan baik untuk kemajuan insfrastruktur dan masyarakat desa. Untuk itu, sudah seharusnya pembangunan yang tidak terakomodir dalam APBD dapat dilaksanakan melalui DD.

‘’Sebagai gambaran, tahun 2016 dana desa yang ditransfer ke APBD sebesar Rp 203,84 miliar dan tahun 2017 sebesar Rp 236,57 miliar. Namun, tahun 2018 mengalami penurunan menjadi Rp 200,70 miliar,’’ jelasnya.
Sebelumnya, Camat Batiknau, Suryadi SSTP mengharapkan usulan yang disampaikan masyarakat, baik bidang sosial, budaya, perekonomian hingga sarana dan prasarana dapat terealisasi di tahun 2019 mendatang.

‘’Harapan masyarakat sangat besar agar usulan itu dapat diakomodir oleh pemerintah daerah di tahun 2019 mendatang. Karena, usulan yang disampaikan merupakan kebutuhan bagi masyarakat,’’ tuturnya.
Dalam Musrenbang tahun 2017 lalu, setidaknya ada 9 usulan yang disampaikan. Namun, yang akan diakomdir dalam tahun 2018 ini hanya sebanyak 5 usulan, yakni pembangunan 3 Ruang Kelas Baru (RKB) SDN 136 Desa Air Lakok dan 3 RKP SDN 138 Desa Air Bintunan. Kemudian, 2 paket bidang sarpras, yakni pengaspalan jalan Ulak Tanding- Air Manganyau dan pengaspalan jalan Trans Selolong- Limas I.

‘’Dari 3 bidang dengan 9 usul tahun 2017, hanya 2 bidang dengan 5 usulan yang akan direalisasi pada tahun 2018 ini. Sedangkan bidang sosial budaya belum ada usulan yang diakomodir,’’ pungkasnya.(816)