Usul BBM Tambah 50 %

TALANG EMPAT, BE- Antrian yang panjang dan persoalan BBM yang terus langka Bengkulu Tengah, membuat Disperindag menempuh langkah baru. Dengan mengusulkan petambahan stok BBM sebanyak 50 % dari jumlah BBM yang ada ke Pertamina. Penambahan itu baik untuk Premium maupun Solar. “Persoalan BBM krusial. Masalahnya selain jalan lintas, pengecer BBM yang sulit dikendalikan. Hingga penambahan kendaraan motor dan mobil makin membuat persoalan BBM tambah runyam. Untuk itu, kami mengupayakan solusi dengan mengusulkan penambahan stok BBM sebanyak 50% dari stok yang ada,” ujar Kadisperindagkop dan UMKM, Drs A Rifai Rauf, melalui Kabid Perdagangan, Sahiran, SSos, di ruang kerjanya pada BE kemarin. Saat ini Benteng mendapat pasokan premium 12.254 kl pertahun dan solar 9.928 Kl. Jumlah itu dinilai tidak cukup, sehingga peru ditambah setengahnya lagi. Persoalan BBM di Benteng memang sangat runyam. Berbagai kebijakan sudah dicoba, seperti pembatasan pengisian BBM, penertiban pengunjal, hingga penerapan harga eceran di tingkat pengecer. Namun semia upaya itu tidak membuahkan hasil untuk mengatasi kelangkaan BBM. Jika kondisi sekarang terus dibiarkan, BBM sulit dicari kalau bukan mengisi di eceran. Bayangkan di SPBU pasokan BBM baru masuk pukul 09.00 WIB, 6 jam kemudian pukul 15.00 WIB, BBM sudah ludes. ”Dulunya, hingga pukul 22.00 WIB BBM masih ada, tapi sekarang kadang siang hari sudah habis,”paparnya.

Alernatif lain yang dicoba Disperindag mengatasi kelangkaan BBM, mencoba mempelajari sistem kontrol menggunakan kartu seperti di terapkan di kabupaten Bengkulu Utara. Meskipun, tambahnya, kebijakan itu sudah tidak relevan lagi. Namun, untuk memastikan keefektifannya, Disperindag mengirim utusan untuk belajar ke Bengkulu Utara. Jumlah kendaraan di Benteng, saat ini terdata tahun 2010, 21.444 terdiri dari 19.201 sepeda motor, 572 Pick up, 179 mikrolet, 145 minibus, 7 bus, 341 truck, dan 25 super truck. Dengan perlintasan truk yang melintas di Bengkulu Tengah sebnyak 90 hingga 100 truk perharinya. Adapun jumlah pasokan premium BBM di 3 SPBU perharinya masing-masing 16 ton, dan 24 ton. Dengan 56 ton perhari. Demikian juga solar dengan jumlah yang hampir sama.
“Perharinya 90 hingga 100 truk lewat di Bengkulu Tengah. Dan jumlah mobil 12.000 an,” jelas Kabid Darat, Ayatul Mukhtadin, SH, beberapa waktu lalu. Pemilik SPBU Kembang Seri, Muniratul Fatiah, mengakui bila stok di SPBU acap habis, sejak diisi pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB, BBM jenis premium ludes. Sales Representatif (SR) Pertamina Misbah Bukhori, ST mengungkapkan usulan penambahan kuota tersebut bukan ke Pertamina tetapi ke BP Migas. Sampai saat ini pihaknya belum menerima tembusan dari Pemkab/Kota soal penambahan kuota BBM. “Hampir seluruh kabupaten menambah kuota BBM di tempat mereka. Kepastian apakah akan diterima, itu wewenang Migas, bukan Pertamina,” ungkapnya. (**)