Usai Hajatan, Warga Satu Desa di Rejang Lebong Sakit Gejala Covid-19 dan 6 Orang Meninggal Dunia


IST/BE
Petugas saat melakukan pengambilan sampel kepada masyarakat yang sakit di Desa Barumanis, Rabu (28/7).

 

CURUP,bengkuluekspress.com– Ratusan warga di Desa Baru Manis Kecamatan Bermani Ulu Kabupaten Rejang Lebong tiba-tiba mengeluh sakit dengan gejala Covid-19. Ratusan warga desa tersebut sakit pasca menghadiri hajatan pernikahan di desa tersebut.
“Kami tidak menuduh dihajatan tersebut terjadi penyebaran Covid-19, namun warga kami mulai sakit setelah pesta pernikahan tanggal 14 Juli disalah satu rumah warga,” sampai Kepala Desa Barumanis, Sofian Effendi saat dikonfirmasi BE, Rabu (28/7).

Setelah acara tersebut, menurutnya, satu persatu warga di desa tersebut mulai sakit dengan keluhan demam dan diare. Hingga Rabu (28/7), dari 404 kepala keluarga yang ada di Desa Barumanis sudah sebanyak 135 orang yang sakit dan bahkan sudah ada enam orang yang meninggal dunia.
“Dalam satu rumah ada yang satu orang dan ada yang dua orang yang sakit,” tambah Kades.

Ia menjelaskan, atas kejadian yang menimpa warganya dan khawatir terpapar Covid-19, sehingga pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak terkait. Pasca mendapat laporan dari warga, petugas dari Puskesmas Bermani Ulu langsung melakukan upaya tracing dengan mengambil sampel swab antigen kepada warga yang mengeluh sakit.
“Hari ini Rabu (28/7) kita sudah melakukan swab kepada warga yang sakit, swab ini kita lakukan dari rumah ke rumah karena ada beberapa yang sakit sampai tidak bisa berdiri,” papar Kades.
Sementara itu, juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Rejang Lebong, Syamsir SKM MKM membenarkan terkait kejadian yang terjadi di Desa Barumanis tersebut. Petugas dari Puskesmas Bermani Ulu langsung melakukan pengambilan sampel kepada masyarakat.
“Setelah dilakukan tracing dengan swab antigen, nanti kita akan menunggu hasilnya,” terang Syamsir.

Bila memang nanti ada yang positif Covid-19, maka menurut, tentunya petugas Puskesmas akan melakukan langkah-langkah penanganan dan dokter Puskesmas akan menentukan apakah hanya cukup melakukan isolasi mandiri atau justru harus dirujuk ke rumah sakit.
“Isolasi mandiri juga nanti akan ditentukan apakah hanya cukup dirumah saja atau harus ke rumah karantina,” terang Syamsir.

Kemudian ditambahkan Syamsir, bila nanti di desa tersebut ditemukan kasus positif, petugas Puskemas juga akan melakukan pelacakan untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran. Selanjutnya akan berkoordinasi dengan PMI Kabupaten Rejang Lebong untuk melakukan penyemprotan massal di Desa Barumanis.
Meskipun belum diketahui apakah kasus yang terjadi di Desa Barumani ini merupakan kasus Covid-19 atau bukan, namun Syamsir berharap, kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat Rejang Lebong untuk menghentikan dulu kegiatan yang bersifat keramaian sesuai dengan intruksi pemerintah.
“Total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Rejang Lebong menjadi 2.661 kasus dengan kasus sembuh sebanyak 2.169 kasus. Selanjutnya 49 kasus meninggal dunia dan masih ada 443 kasus masih dalam pengawasan atau masih terkonfirmasi positif Covid-19,” pungkasnya.(251)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*