Usai Dimaling, Warung Dibakar

warung dicuri dan dibakar (1)BENGKULU, BE – Nasib sial dialami Supriono (30), warga Bumi Ayu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu tepatnya di belakang PTUN Bengkulu. Pasalnya warung manisan miliknya di RT 18 Kelurahan Bumi Ayu, dibakar orang tak dikenal. Sebelum dibakar, isi warung sempat dicuri oleh pelaku. Peristiwa itu terjadi Kamis (13/2) dinihari sekitar pukul 02.30 WIB.
Menurut keterangan Supriono saat melapor ke Mapolres Bengkulu siang kemarin, peristiwa itu terjadi saat dirinya sedang berada di rumahnya. “Waktu itu saya sedang berada di rumah, sedangkan warung saya ada di Bumi Ayu ujung disamping rumah mertua saya,” kata korban. Kejadian tersebut baru diketahui oleh korban setelah diberi tahu oleh adik iparnya, Weli (22) yang tinggal di rumah mertuanya. Sementara yang mengetahui kejadian ini pertama kali yakni Sudaina (50), mertua korban. “Saat itu ibu mau pergi ke pasar dan saat melintasi depan warung ia melihat kondisi pintu depan sudah terbuka dan melihat ada api di dalam warung tersebut. Melihat hal itu kemudian mertua saya memanggil Weli dan selanjutnya Weli menyampaikan kepada saya,” ujar korban.
Supriono kemudian langsung pergi ke warung manisan tersebut. Setiba di lokasi, dia melihat kondisi warung telah terbuka dan bangunan telah terbakar. “Saat saya sampai di warung saya lihat pintu sudah terbuka,dan saya coba periksa ke dalam dan mendapati isi etalase sudah tidak ada lagi. Sementara bangunan dalam warung saya telah terbakar hingga mencapai plafon,” ungkap Supriono. Atas kejadian ini korban mengalami kerugian mencapai Rp 50 juta jika dihitung dengan bangunan yang terbakar.
Sementara itu, Bustami Hardi (64), pensiunan PU Provinsi Bengkulu yang juga mertua Supriono mengaku, dia mengetahui warung itu dibakar sekitar pukul 3.00 WIB saat akan melakukan solat tahajud.  Namun lampu di rumahnya mati, sedangkan lampu tetangga mereka masih menyala. “Saya panggil istri saya Sudaina (61) untuk melihat apakah lampu di rumah saja mati atau rumah kami saja,” kata Bustami.
Menurutnya, korban langsung saja mengambil air sembahyang di kamar mandi mereka. Sambil menyuruh anaknya Eka sambil ditemani ibunya untuk melihat stop kontak listrik. “Sambil saya suruh melihat stop kontak listrik anak dan istri saya saya suruh untuk melihat warung takutnya terjadi sesuatu,” ujarnya.
Firasat korbanpun benar, ternyata warung tersebut sudah dibobol maling. Warung yang semulanya dikunci korban dengan gembok 2 buah dan dirantai 2 buah terbuka. Nampak dari situ anak korban melihat ada kobaran api yang menyala kecil. “Sepertinya kasur yang biasanya anak saya tidur yang terbakar duluan,” ucapnya.
Korban menambahkan, kasur yang biasanya diletakkan sebelah sisi kiri dari warung tersebut pindah dari sisi yang lainnya. Kasur tersebut dipindahkan tepat berada di tabung gas 3 kg yang berjumlah 8 buah sehingga terjadi ledakan  di warung tersebut. “Setelah ledakan, api cepat menyambar warung  karena rak untuk barang tersebut banyak terbuat dari kayu sehingga cepat api itu menyambar,” ungkapnya.
Data terhimpun, diduga pelaku ada indikasi dendam terhadap korban. Karena dari kesimpulan sementara korban, bahwa warungnya tersebut tidak banyak yang diambil namun warung korban dibakar. “Saya masih bisa menerima kalau isinya saja diambil, namun jangan sampai warung saya juga ikut habiskan,” tutup korban.
Dari olah TKP anggota Polsek Selebar, pelaku tersebut membuka warung diduga menggunakan sebuah cerulit. Dibuktikan adanya sajam tersebut yang tergeletak tidak jauh dari warung korban.(cw3/cw4)