Usai Bubar dengan Bupati, 4 Mahasiswa KKN Kesurupan

BUNGA MAS – Warga Desa Padang Nibung Kecamatan Bunga Mas Jum’at (19/7) lalu heboh. Pasalnya 4 orang mahasiswa Kuliah Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) yang sedang Kerja Nyata (KKN) di desa itu, kesurupan.
Menariknya, mereka kesurupan setelah para mahasiswa KKN ini mengkuti buka bersama (bubar) dengan Bupati BS H Reskan E Awaludin SE dan Bupati Mukomuko Ikhwan Yunus di sebuah lapangan yang biasa disebut warga dengan sebutan daerah  Kuripan tidak jauh dari sekretariat KKN di Desa Padang Nibung.
Keempat mahasiswa yang keseurupan ini adalah Vera, Angga, Vita dan Riko. Saat dikonfirmasi, koordinator Mahasiswa KKN Kecamatan Bunga Mas, Ari Oktiri membenarkan hal tersebut. “Memang waktu Magrib kami bersama mahasiswa lainnya buka bersama pak Bupati, tapi sepulangnya pas tiba di sekretariat KKN, ke-4 mahasiswa itu langsung kejang-kejang  dan roboh hampir secara bersamaan, ” ujarnya.
Dikatakannya, kejadian itu diawali dari  pera yang sakit perut dan selanjutnya diikuti Angga dan kemudian  Vita dan Riko juga ikut kesurupan. Kejadian itu di sekretariat KKN rumah milik Mak Era. Lalu beberapa warga mendatangkan sang dukun yang lebih dikenal dengan sebutan  Datuk Gaul, warja jalan Gedang Melintang Kelurahan Pasar Bawah, Pasar Manna. “Beruntung ada orang pintar, sehingga tidak begitu lama  ke-4 teman kami itu dapat disembuhkan,” jelasnya.
Ditambahkan Ari, kejadian adanya mahasiswa KKN di Desa Padang Nibung yang kesurupan pada Jum’at malam itu bukan yang pertama kali. Sebab sebelumnya sudah pernah terjadi hal serupa  yang dialami oleh Rike  yang juga mahasiswa KKN di Desa yang sama juga keseurupan sehabis berbuka puasa. Saat itu mahasiswa jurusan Matematika ini merasa ketakutan dan seolah ada yang mendatanginya.
Sementara itu salah seorang warga yang sering berada di tempat berbuka bersama itu yakni Pandu menyebutkan jika lokasi itu  memang angker dan berbau mistik. Dikatakannya, setiap orang yang mengunjungi tempat itu tidak boleh berbuat yang aneh-aneh. Sebab jika hal itu dilakukan, maka akan berdampak yang tidak baik bagi pengunjung. “Mmang untuk hal yang berbau mistik ini terkadang orang tidak percaya, dan baru percaya setelah mengalaminya, apa lagi di tempat itu sebelumnya sudah ada yang mengalami hal serupa jadi pengunjung harus selalu berhati-hati baik itu dalam hal ucapan maupun tingkah laku,” terangnya.(369)